1. HARUSKAH WANITA KRISTEN MENGGUNAKAN TUDUNG KEPALA DALAM PERIBADATAN..??
Shalom..
Salam
kasih dan damai sejahtera.. Pada kesempatan ini kami akan menulis tentang surat
rasul Paulus dalam 1 Korintus 11:2-6 yaitu tentang aturan terhadap wanita untuk
menggunakan tudung (tutup kepala) dalam peribadatan..
1
Korintus 11:2-6 11:2, Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu
tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan
kepadamu.
11:3,
Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap
laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari
Kristus ialah Allah.
11:4,
Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung,
menghina kepalanya.
11:5,
Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak
bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur
rambutnya.
11:6,
Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga
menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa
rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
Memang
benar, pada zaman Paulus menulis surat-suratnya, tradisi yang berlaku diwaktu
itu adalah wanita harus menudungi kepalanya untuk menunjukkan kesopanan dan
sikap tunduk kepada suaminya dan demi menyatakan martabatnya. Tudung itu
mengandung arti bahwa ia harus dihormati dan dihargai sebagai seorang wanita.
Pada zaman itu orang Yahudi merasa tidak wajar jika seorang wanita
memperlihatkan diri dimuka umum tanpa mengenakan tudung dikepalanya..
Dalam
tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus (khusus 1 Korintus 11), Paulus mulai
mengingatkan kebiasaan wanita yang harus menggunakan tudung dikepalanya dalam
persekutuan ibadah, karena tampaknya kebiasaan tersebut mulai di hilangkan
khususnya oleh wanita-wanita di jemaat Korintus. Kondisi dimana wanita-wanita
di jemaat Korintus mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan tudung kepala dalam
persekutuan-persekutuan jemaat, mulai menjadi persoalan umat yang kemudian
mengajukan permasalahan tersebut kepada Paulus.
Nah,
hal yang kini sering dipertanyakan yaitu, apakah pengajaran Paulus tentang
seorang wanita harus menggunakan tudung kepala dalam peribadatan, adalah aturan
yang berlaku sampai sekarang ini, atau hanya dalam situasi yang berlaku pada
kebiasaan jemaat dizaman itu karena berkaitan dengan tradisi..? Untuk menjawab
pertanyaan ini, maka terlebih dahulu kita pelajari latar belakang atau konteks
1 Korintus 11. Tulisan Paulus dalam 1 Korintus 11 khususnya ayat 2 sampai 4
berkaitan dengan permasalahan yang terjadi dalam jemaat Korintus. Jemaat
Korintus pada saat itu terpecah-pecah akibat permasalahan tentang pakaian
liturgis dalam peribadatan. Disinilah Paulus datang dengan nasihat-nasihatnya
untuk menjaga keutuhan jemaat, khususnya dalam permasalahan tentang pakaian
liturgis yang dikenakan dalam peribadatan. Memang dalam bagian lain dari
surat-suratnya, Paulus sering menekankan bahwa ibadah yang terpenting adalah
ibadah dalam roh dan kebenaran, bukan masalah-masalah lahiriah seperti masalah
pakaian liturgis dalam peribadatan. Namun untuk menyelesaiakan masalah ini,
tentu Paulus memberikan nasehat-nasehatnya yang dikaitkan dengan kulturitas
budaya setempat.
Pada
ayat 4 dan 5, Paulus memberi komentar mengenai penampilan yang tepat bagi laki-
laki dan perempuan. Jelas sekali bisa kita lihat Paulus mengenal sekali Perempuan
dan Laki-laki di Korintus memegang peranan dalam pemimpinan Liturgi. Banyak
problem di jemaat Korintus muncul karena sikap acuh-tak-acuh terhadap hal-hal
fisik dan kelakukan yang baik. Paulus secara khusus mendorong jemaat agar
menghargai secara benar perbedaan seks, menyebutkan kegagalan menghargai
perbedaan, dan berdosa (lihat Roma 1:24-27). Komentar Paulus terhadap jemaat
Korintus mengenai pakaian ibadah ini berlatar belakang pada pandangan tersebut.
Kegagalan menghargai hikmat praktek biasa mengenai pakaian bisa membawa kepada
pelecehan yang lebih serius terhadap kewibawaan dan kebebasan Kristen, dan
merusak tujuan sesungguhnya dari berkumpul bersama dalam pertemuan liturgi
untuk beribadah. Paulus juga menganjurkan damai sejahtera dan keseimbangan
dalam mengatur karunia-karunia roh (1 Korintus 14:1-40), ia menganjurkan kepada
laki-laki dan perempuan berpakaian layak dalam perayaan liturgi agar dapat
membersembahkan kurban yang layak kepada Allah. Pertama-tama Paulus memuji
jemaat Korintus karena teguh pada tadisi yang telah ia ajarkan, kemudian Paulus
mengingatkan mereka akan kewibawaan sebagai umat Kristus, kendati masalah
berpakaian tidak begitu penting. Peulus menghargai jemaat Korintus, akan tetapi
untuk pelanggaran yang lebih berat dari kasih bahkan dalam perjamuan Tuhan
Paulus tidak memuji mereka:
1
Korintus 11:17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji
kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi
mendatangkan keburukan. Dalam 1 Korintus ayat 11-12 seolah-oleh Paulus sangat
menekankan Perempuan harus memakai penutup kepala, tetapi pandangan ini
didukung oleh pemikiran akal sehat waktu itu bahwa sebaiknya ada perbedaan cara
berpakaian antara laki-laki dan perempuan. Ini penting pada masa itu sebab umat
Kristus harus berbeda penampilannya dengan orang-orang yang tidak mengenal
Kristus. Mengapa Perempuan ditekankan harus memanjangkan rambutnya dan menutup
kepada dalam ibadah-ibadah sebagai "tanda" kewibawaan Allah? Sebab,
latar-belakang budaya saat itu, apabila seorang perempuan tidak menggunakan
tutup kepala, artinya ia adalah seorang perempuan yang "tersedia bagi
siapapun", dan perempuan yang memotong rambutnya itu identik dengan kaum
lesbian. Seluruh ayat dalam 1 Korintus 11:2-16 mengemukakan usaha Paulus untuk
mengingatkan jemaat di Korintus terhadap perpecahan, persaingan yang mungkin
muncul dalam pertemuan2 ibadah lain yang tidak dapat diterima oleh jemaat
Korintus dalam konteks liturgi. Ketika umat Kristus perempuan berpakaian layak
dengan tutup kepala sebagai tanda bahwa perempuan itu adalah perempuan
baik-baik, maka perempuan itu tidak bisa menjadi batu sandungan bagi orang
lain. Unsur sandungan itu harus dihindari, sebab perempuan memainkan peranan
besar dalam ibadah-ibadah kafir. Dari penjelasan diatas, jelas sekali anjuran
untuk menutup kepala bagi perempuan adalah berkaitan dengan latar belakang
budaya masa itu, anjuran itu justru melindungi kaum perempuan, agar mereka
tidak dianggap pelacur karena kepalanya tidak bertudung dan memanjangkan rambutnya
agar tidak dianggap lesbian. Kesaksian umat Kristus juga harus diungkapkan
secara lahiriah meskipun ibadah kita menekankan ibadah dalam roh dan kebenaran.
Melihat
konteks atau latar belakang dari 1 Korintus 11, apakah nasihat Paulus ini harus
menjadi rujukan pada jemaat di zaman ini ? Tentu saja tidak.. Kita harus
menimbang konteks suatu ayat, apakah hal tersebut ditujukan kepada kita dan
harus kita laksanakan atau bukan. Banyak contoh dalam Alkitab yang Allah mau
kita "ketahui" namun tidak secara langsung ditujukan kepada kita
secara pribadi. Misalnya hukum Taurat. Hukum Taurat itu ditujukan
"langsung" kepada bangsa Israel (spesifik untuk Israel). Hukum Taurat
(Perjanjian Lama) adalah firman Allah yang diilhamkan sepenuhnya
"bagi" umat Kristiani masa kini, namun bukanlah sebagai perintah
Allah yang langsung "kepada" umat Kristiani. Sebab umat percaya tidak
lagi dibawa kuk Hukum Taurat, karena Hukum Taurat telah digenapi oleh Yesus
Kristus. Demikian pula dalam membaca anjuran yang diberikan Rasul Paulus dalam
1 Korintus 11 diatas. Ajaran Rasul Paulus diatas amat berharga bagi orang
Kristen dan kita perlu membaca/merenungkan tentang anjuran itu yang pada saat itu
perlu ditaati oleh jemaat di Korintus, namun itu bukanlah aturan bagi kita yang
hidup dalam budaya yang berbeda dengan jemaat pada zaman itu. Ibadah yang
terpenting adalah dalam Roh dan bukan dengan hal-hal yang bersifat lahiriah..
Yohanes
4:23-24 4:23, Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa
penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab
Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 4:24, Allah itu Roh dan
barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Roma
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus
dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
God Bless.
2. MENGAPA
HANYA BIARAWATI SAJA YANG MENUTUP AURAT ?
“Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan
pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian
lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka
dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Mengasihani.” Surah Al-Ahzab : ayat 59
“Dan katakanlah kepada perempuan -perempuan
yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram),
dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan
tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup
belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka
memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau
anak-anak mereka, atau bapa mertua mereka, atau anak-anak mereka, atau
anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara
mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau
perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari
orang-orang lelaki yang telah tua dan tiadk berkeinginan kepada perempuan, atau
kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang tentang aurat perempuan; dan
janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang
tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” Surah An-Nur : ayat 31 Begitu
juga dalam Alkitab juga ada perintah agar kepala wanita ditutup / menutup
aurat, seperti dalam 1 Korintus, Bab 11: [1 Kor 11:5] Tetapi tiap-tiap
perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung,
menhina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. [1
Kor 11:6] Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia
juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan,
bahawa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. [1
Kor 11:10] Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh
karena para malaikat. [1 Kor 11:13] Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah
perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? Maka dengan
alasan apa dalam kristen hanya biarawati yang menutup aurat? Sedangkan orang2
awam tidak menutup aurat dengan betul? aurat dibuat seperti perkara ringan.
Mengapa saya tulis tentang aurat wanita?
Kerana ini lah satu2nya bahaya yang
tersembunyi yang akan merusak iman kaum lelaki secara halus, (banyak lelaki
menjadi korban) Akibat wanita2 seksi dan tidak menutup aurat dengan betul.
Sebab itu pernikahan betul2 dianjurkan dalam Islam, untuk menghindari perbuatan yang tidak pantas terhadap kaum wanita. Karena lelaki-laki yang belum kawin akan terpesona bila melihat wanita2 seksi yang memamerkan bagian tubuhnya. Akibat selalu tertekan dengan melihat keadaan wanita seksi di mana2, maka lelaki terutama yang lemah imannya dan yang belum nikah akan mudah terjerumus untuk melakukan perbuatan keji. Saya pun heran, kerajaan tidak mengambil berat tentang wanita2 Muslim yang tidak menutup aurat dengan sebetulnya. Dalam Islam, jika seseorang wanita itu tidak menutup aurat di depan umum, wanita itu boleh dihukum. itulah yang terbaik dilakukan untuk menjauhkan terjadinya perzinaan, anak lahir diluar nikah, buang bayi dll. MENCEGAH ADALAH LEBIH BAIK DARI MERAWAT / (alwiqoyatu khoirun minal ‘ilaaj).
Sebab itu pernikahan betul2 dianjurkan dalam Islam, untuk menghindari perbuatan yang tidak pantas terhadap kaum wanita. Karena lelaki-laki yang belum kawin akan terpesona bila melihat wanita2 seksi yang memamerkan bagian tubuhnya. Akibat selalu tertekan dengan melihat keadaan wanita seksi di mana2, maka lelaki terutama yang lemah imannya dan yang belum nikah akan mudah terjerumus untuk melakukan perbuatan keji. Saya pun heran, kerajaan tidak mengambil berat tentang wanita2 Muslim yang tidak menutup aurat dengan sebetulnya. Dalam Islam, jika seseorang wanita itu tidak menutup aurat di depan umum, wanita itu boleh dihukum. itulah yang terbaik dilakukan untuk menjauhkan terjadinya perzinaan, anak lahir diluar nikah, buang bayi dll. MENCEGAH ADALAH LEBIH BAIK DARI MERAWAT / (alwiqoyatu khoirun minal ‘ilaaj).
3. Kajian
Prof.Dr. Barbara theiring
Dalam antropologi sosial, Poligami merupakan
praktik pernikahan kepada lebih dari satu istri atau suami. Terdapat tiga
bentuk poligami, yaitu : Poligini ( Seorang pria memiliki beberapa orang
istri); Poliandri ( Seorang wanita memiliki beberapa orang suami ) dan Group
Marriage atau Group Family ( yaitu gabungan dari poligini dengan poliandri,
misalnya dalam satu rumah ada lima laki-laki dan lima wanita, kemudian
bercampur secara bergantian ). Ketiga bentuk poligami itu ditemukan dalam
sejarah manusia, namun poligini merupakan bentuk paling umum. Poligami ( dalam
makna Poligini ) bukan semata-mata produk syariat Islam. Jauh sebelum Islam
datang, peradaban manusia di berbagai belahan dunia sudah mengenal poligami. Nabi
Ibrahim as beristri Sarah dan Hajar, Nabi Ya'qub as beristri : Rahel, Lea, dan
menggauli dua budak/hamba sahayanya : Zilfa dan Bilha. Dalam perjanjian lama
Yahudi Nabi Daud as disebut-sebut beristri 300 orang.
Dalam sejarah, raja-raja Hindu juga melakukan
poligami dengan seorang permaisuri dan banyak selir. Dalam dunia gereja juga
dikenal praktik poligami, Dewan tertinggi Gereja Inggris sampai abad sebelas
membolehkan poligami.
Dalam Katholik sejak masa kepemimpinan Paus
Leo XIII pada tahun 1866 poligami mulai dilarang. Dalam The Book of Mormon,
Triatmojo, menjelaskan bahwa Penganut Mormonisme sebuah aliran Kristen,
pimpinan Joseph Smith sejak tahun 1840 hingga sekarang mempraktikan bahkan
menganjurkan poligami.
Bangsa Arab sebelum Islam datang sudah biasa
berpoligami , ketika Islam datang, Islam membatasi jumlah istri yang boleh
dinikahi. Islam memberi arahan untuk berpoligami yang berkeadilan dan
sejahtera. Dalam Islam Poligami bukan wajib, tapi mubah, berdasar antara lain
QS An-Nisa : 3 .
Muhammad Abduh (1849-1905 ) adalah satu dari
sedikit ulama yang mengharamkan poligami, dengan alasan bahwa syarat yang
diminta adalah berbuat adil, dan itu tidak mungkin bisa dipenuhi manusia
seperti dinyatakan dalam QS An-Nisa : 129 ( Tafsier Al-Manar, Dar Al-Fikr, tt,
IV: 347-350 ) Abduh yang mantan Syeikh Al-Azhar ini menjelaskan tiga alasan
haramnya poligami : Pertama, Syarat poligami adalah berbuat adil, syarat ini
mustahil bisa dipenuhi seperti dikatakan dalam QS An-Nisa : 129. Kedua,
buruknya perlakuan para suami yang berpoligami terhadap para istrinya, karena
mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban memberi nafkah lahir dan batin secara
baik dan adil. Ketiga, dampak psikologis anak-anak hasil poligami, mereka
tumbuh dalam kebencian dan pertengkaran karena ibu mereka bertengkar baik
dengan suami atau dengan istrinya yang lain. ( Al-'Amal Al-Kamilah lil-imam
Al-Syeikh Muhammad Abduh, Cairo, Dar Al-Syuruk, 1933 , II: 88-93 ) .
Argumen Abduh inilah yang sering diusung oleh
kaum sekuler liberal, untuk menolak poligami, disamping dalih utama mereka
adalah HAM dan Gender Equality ( Kesetaraan Gender ). Padahal keadilan yang
mustahil bisa dilakukan manusia bukan keadilan dalam segala hal. Seperti
dikatakan sahabat Ibnu Abbas ra, adalah keadilan dalam hal mahabbah dan ghirah
kepada istri-istri. Yang dituntut oleh QS. An-Nisa : 3 adalah keadilan dalam
memberi nafkah. " "Adil " juga tidak identik dengan " sama
". Ketika kabar Aa Gym menikah lagi dengan AlFarini Eridani muncul ke
media bersamaan dengan beredarnya video mesum yang dilakukan penyanyi dangdut
Maria Eva dengan Seorang anggota DPR dari Partai Golkar Yahya Zaini, reaksi
keras, dan emosional dari berbagai kalangan, khususnya pengusung gerakan
feminisme sekuler, lebih banyak dialamatkan kepada pelaku poligami yang dalam
Islam hukumnya mubah. Sampai ada Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym (KPKAG).
Presiden SBY pun seperti kebakaran jenggot, sampai harus memanggil mentri UPP
Meutia Hatta dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar untuk merevisi PP !0/1983
agar tidak hanya berlaku bagi TNI/Polri dan PNS saja, tapi bisa diperluas hingga
menjangkau kaum swasta. Anehnya, Baik Presiden SBY, Meutia, Nasaruddin dan
mereka yang antipoligami tidak merasa resah dan prihatin atas " Poligami
liar " model Maria Eva dan Yahya Zaini, yang jelas-jelas haram. Kenapa
kaum feminis tidak merasa sakit hati diperlakukan seperti barang dagangan,
setelah hamil dipaksa harus menggugurkan kandungannya, lantas dimana moral
obligation mereka ? Mestinya yang harus diperketat dan diperberat bukan aturan
poligami, tapi aturan dan hukuman bagi pelaku " Selingkuh ", atau
" Teman Tapi Mesum " yang pelakunya bisa dipastikan jauh lebih banyak
dari pada pelaku poligami. Aturan seperti PP 10/1983 yang melarang PNS
berpoligami telah menciptakan opini umum dan pencitraan bahwa poligami seakan
sebuah tindakan kriminal yang keji dan amoral yang harus diberantas sampai
tuntas. Apalagi dengan persyaratan bathil yang sama sekali tidak rasional
saking super sulitnya. Pada hakikatnya dengan peraturan model PP 10/1983 ini
pemerintah RI telah " mengharamkan " poligami. Selain harus seizin
istri pertama dan izin atasan, istri pertama haruslah : 1) Tidak mampu
menjalankan tugasnya sebagai istri; 2) Berpenyakit permanen; 3 ) Tidak berketurunan.
Maka jangan kaget, jika pada akhirnya banyak di antara mereka yang menempuh
jalan haram dan terkutuk.
Dalam Katholik Pastur termasuk Paus jangankan
berpoligami, mereka menikahpun tidak. Sebuah sikap dan tradisi yang sudah
dipertahankan selama hampir dua ribu tahun. Diantara alasannya karena Tuhan
(Yesus) tidak menikah, maka sebagai pelayan Tuhan mereka tidak menikah. Kebanyakan
kaum muslimien juga mempercayai bahwa Nabi Isa as tidak menikah. Menurut
pandangan banyak kristolog, keyakinan itu lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran
Katholik tadi. QS. Ar-Ra'du : 38 yang menyatakan bahwa Allah telah mengutus
banyak Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw. dan telah memberikan kepada
para Nabi dan Rasul itu istri dan keturunan, tak terkecuali Nabi Isa as. Dan
Brown dalam bukunya The Davinci Code menyebut nama Maria Magdalena sebagai
istri Yesus, yang ketika (orang yang diserupakan) Yesus disalib, ia sedang
hamil tua. Kemudian atas bantuan paman Yesus bernama Yosep dari Arimatea ia
dibawa keluar dari Yarusalem menuju Prancis. Ia dititipkan pada sebuah keluarga
Yahudi . Ia melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian diberi nama Sarah.
Setelah Sarah dewasa ia menikah dengan seorang bangsawan Prancis. Dari
pernikahan dua bangsawan ini melahirkan sebuah marga bangsawan baru yang
dikenal dengan nama Merovingian.
Mereka sampai hari ini masih mempertahankan
sebuah aliran gereja bernama Churh of Sion yang pemuka agamanya adalah
perempuan, meneruskan kepemimpinan Maria Magdalena. Seorang sejarawan dan pakar
theology dan Al-Kitab bernama Prof Dr Barbara Theiring dari Sidney, Australia,
yang selama 20 tahun mendalami Naskah Laut Mati, yakni sebuah naskah tua Injil
tertua yang ditemukan di laut Mati, dalam buku yang kemudian ditulisnya
"Jesus The Man" berkesimpulan bahwa Yesus itu bukan hanya menikah
tapi juga berpoligami.
Upacara pernikahan Yesus oleh pihak gereja
sengaja dikaburkan. Dalam injil Lukas 7:37-38 dijelaskan bahwa Maria Magdalena
membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, sambil menangis ia pergi berdiri
di belakang Yesus dekat kakinya, lalu membasahi kakinya itu dengan air matanya
dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakinya dan meminyakinya
dengan minyak wangi itu. Ini adalah upacara pernikahan bangsawan Yahudi. Dalam
Injil dikaburkan seolah-olah Maria Magdalena adalah seorang perempuan pendosa
yang datang meminta ampun kepada Yesus. Menurut Barbara seorang perempuan
mencium laki-laki yang bukan muhrimnya dalam agama Yahudi hukumannya adalah
hukuman mati. Tapi kenapa Maria Magdalena tidak dihukum ? Karena ini merupakan
upacara pernikahan Yesus.
Prof . Dr . Barbara Theiring dalam bukunya Jesus and The Riddle of The Dead Sea Scroll, Harper San Fransisco, 1992, menjelaskan kronologi perkimpoian Yesus. Perkimpoian pertama (kimpoi gantung) dengan Maria Magdalena diselenggarakan pada hari Jum'at 22 September 30 M pukul 18.00 di Ain Feskhah (Palestina). Perkimpoian kedua ( Pesta Walimah ) dengan Maria Magdalena berlangsung pada 19 Maret 33 M pk. 24.00 di Ain Feskhah. Yesus juga menikah dengan istri kedua bernama Lidya pada malam Selasa 17 Maret 50 M. Jika semua ini benar, maka tidak ada alasan bagi Pastur termasuk Paus untuk tidak menikah.
4. Jesus
the Man : Prof barbara Theiting
Prof barbara Theiting dalam bukunya Jesus The
Man dengan jelas mengatakan bahwa Jesus poligami dan tidak hanya itu injil
Filipus yang Apokrib juga mengatakan bahwa Yesus Pernah menikah ..! untuk lebih
jelasnya silahkan anda baca posting saya mengenai Yesus Poligami ...! disini
jelas sekali kamu tidak bisa membantah satupun argumen saya..! dan tentang
poligami silahkan anda baca dibawah : Alqur'an memperbolehkan praktek poligami
terbatas Mari kita lihat dalam Alqur'an surat an-Nisaa' ayat 3 yang artinya: [4.3]
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan
yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang
kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat
berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.
Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. Sebelum
Alqur'an diturunkan, sama sekali tidak ada batasan tentang kepemilikan istri,
banyak dari kaum pria berlomba mempunyai banyak istri bahkan ada yang mencapai
ratusan. Islam memperbolehkan seorang laki-laki menikah sebanyak satu, dua,
tiga, atau empat sekaligus dengan syarat ia harus berbuat adil terhadap
istrinya, pada surat yang sama, dalam surat an-Nisaa' 129 menyatakan: [4.129]
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu),
walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu
cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain
terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari
kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Oleh
karena itulah poligami bukanlah suatu hukum akan tetapi sebuah pengecualian,
banyak kalangan masyarakat yang salah mengerti dengan ayat itu, mereka
beranggapan bahwa ayat itu merupakan kewajiban setiap muslim. Secara umum islam
mempunyai lima kategori hukum:
1.
Fardu yang artinya kewajiban
2.
Mustahab yang artinya disunahkan atau
dianjurkan.
3.
Mubah yang artinya diperbolehkan.
4.
Makruh yang artinya tidak dianjurkan.
5.
Haram yang artinya dilarang.
Dan poligami berada pada urutan hukum yang
paling tengah yaitu Mubah atau diperbolehkan. Hal ini tidak bisa diartikan
bahwa islam seorang islam yang mempunyai istri dua, tiga, atau empat lebih baik
derajadnya daripada yang mempunyai istri satu. Rata-rata Jumlah Wanita Lebih
Banyak Daripada Pria Secara ilmiah pria dan wanita dilahirkan dengan tingkat
rasio yang sepadan. Seorang anak perempuan lebih memiliki imunitas (kekebalan tubuh)
daripada seorang pria. Disamping itu seorang anak perempuan lebih bisa
memerangi hama penyakit daripada anak laki-laki. Dengan alasan inilah jumlah
anak laki-laki yang meninggal jauh lebih banyak dibandingkan anak perempuan Pada
masa perang dunia, banyak korban jatuh dari kalangan pria dibanding wanita
dengan kata lain jumlah korban jatuh yang diakibatkan oleh perang dan penyakit
lebih banyak dari kaum pria daripada wanita. Jadi jumlah wanita secara otomatis
lebih banyak dari pada pria, dan catatan menyebutkan bahwa lebih banyak jumlah
janda daripada duda diseluruh dunia. Andaikata saudari saya termasuk wanita
yang tidak bisa menikah karena kehabisan pria, maka hanya ada 2 pilihan yang
tersisa baginya adalah menikah dengan pria yang sudah beristri atau memilih
menjadi property publik. selain itu tidak punya pilihan lagi. Hanya bagi mereka
yang bisa menerima keadaan dan berbesar hati yang selamat dari kondisi ini. Sebagian
besar wanita tidak akan merelakan suami mereka kepada wanita lain. Tapi dalam
Islam, jika dalam keadaan terpaksa, seorang Muslimah akan rela menahan emosi
personalnya untuk mencegah terjadinnya masalah yang lebih besar seperti membiarkan
saudari mereka menjadi properti public
6. Saulus / Paulus Penyeleweng Ajaran Yesus
Paulus adalah suatu nama yang amat penting
apabila bercakap tentang Kristian. Kerana nama Kristian itu sendiri dicetuskan
oleh Paulus. Maka tidak ada alasan mengapa kita tidak perlu berbicara tentang
Paulus / Paul itu. Kerana ayat-ayat ajarannya di dalam Bible begitu menyeleweng
dari ajaran sebenar yang disampaikan oleh Yesus / Nabi Isa a.s. Mari kita
telusuri serba sedikit tentang sejarah siapa itu Paulus. Paulus berasal dari
Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi / Rome dan Yunani ke atas bangsa
Palestine. Ayahnya merupakan seorang Yahudi manakala ibunya adalah Yunani,
sehingga pelajaran tentang agamanya diperolehi dari gabungan kepercayaan Yahwe
dan Helenisme. Adalah dicatatkan bahawa Paulus tidak disayangi oleh ayahnya ,
maka dia telah memusuhi ayahnya termasuklah kepada bangsa dan agama ayahnya.
Kerana itulah dalam ajaran-ajaran Paulus, beliau mencuci bersih orang-orang
Yahudi sehingga kepada Taurat mereka sekali. Ajaran-ajaran Paulus adalah
sejumlah 14 surat yang terkandung dalam Perjanjian Baru iaitu ; Matius ,
Markus, Lukas, Yohanes, Kisah, Roma, 1Korintus, 2Korintus, Galatia, Efesus,
Filipi, Kolose, 1Tesalonika, 2Tesalonika Dan mari kita tengok kata asal
Kristian itu dari Bible dalam Surat Galatia
Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak
seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya
oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada
Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan
oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang
dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.” Perkataan Kristus itu dalam
bahasa Indonesia manakala dalam English nya seperti ayat di bawah 016: Knowing
that a man is not justified by the works of the law, but by the faith of Jesus
Christ, even we have believed in Jesus Christ, that we might be justified by
the faith of Christ, and not by the works of the law: for by the works of the
law shall no flesh be justified.
Itulah puncanya diambil perkataan Christian,
yang dalam bahasa Melayunya Kristian. Dan kata2 siapakah itu? Tidak lain tidak
bukan PAULUS yang Kristian agung2 kan itu.
Sedangkan mengikut pakar sejarah, Paulus bukan
pun anak murid Yesus malah tidak pernah bertemu Yesus pun. Malah apa yang dia
lakukan adalah berkepentingan kepada kerajaan Rome, yang mahu menjaga hati
rakyat dan bagi rakyat mengikut dan mentaati mereka. Setelah ketiadaan Yesus,
Paulus mengaku bertaubat dan mengaku sebagai Rasul. Padahal Yesus sendiri tidak
pernah memperkatakan tentang dirinya dan tidak pernah mengenalinya. Kecuali
namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang ‘Lukas’ yang
diberi nama ‘Kisah Para Rasul’.
Lukas ialah doktor peribadi kepada Paulus.
Oleh kerana itu, ajaran-ajaran dalam surat Lukas juga adalah dipengaruhi oleh
ajaran Paulus. Ini dapat dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul,
dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus,
bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya
berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya
orang yang dikenali. Matius menulis Injilnya berdasarkan juga kepada Ur Markus,
jadi Matius pun juga menciplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius,
Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau
perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada. Paulus
tidak pernah bertemu Yesus tetapi mengatakan bahawa kitab yang dia tulis itu
adalah diterimanya sendiri dari yesus. Seperti ayat di bawah dalam surat
Galatia; Galatia 1:12 “ Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan
manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan
Yesus Kristus.” Di sini terdapat kekeliruan tentang Injil yang mana yang dia
terima. Jika maksudnya adalah Injil Kanonik yang ditulis oleh 4 penulis itu,
maka ianya bersalahan sekali dengan fakta. Kerana keempat-empat penulis itu
menulis setelah lama Yesus diangkat ke langit. Mereka tidak menulis ketika
Yesus masih ada. Dan sebagaimana yang ditulis dalam keempat injil Kanonik,
bahawa Yesus diutus oleh Allah S.w.t untuk menyampaikan ajaran kepada umat
sesat Israel. Bagaimana mungkin Paulus menerima WAHYU dari Yesus dan menjadi
rasul sedangkan Yesus sendiri adalah seorang Rasul Allah. Dan lihatlah lagi
dalam ayat-ayat berikutnya yang kononnya dia telah dilantik oleh Yesus untuk
melaksanakan ajarannya Galatia 1:14 “Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih
maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang
yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.” Galatia 1:15
“Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil
aku oleh kasih karunia-Nya,”
Galatia 1:16 “berkenan menyatakan Anak-Nya di
dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi,
maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;”
Galatia 1:17 “juga aku tidak pergi ke
Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku
berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.”
Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi
dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Manakala
penyelewengannya yang lain dalam Korintus
Korintus 8:6 “namun bagi kita hanya ada satu
Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang
untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya
segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”
Perkataan Christ / Kristus itu hanya dimulai
oleh PAULUS. Tidak pernah wujud pun pada zaman Yesus masih ada di muka bumi
ini. Dan menurut ayat itu juga bahawa Yesus itu adalah Tuhan. Padahal Yesus /
Isa a.s hanyalah seorang Rasul ALlah, dia hanya menyampaikan WAHYU dari ALLAH.
Dan dalam Injil-injil Kanonik sendiri menyatakan bahawa Yesus hanyalah Rasul
Allah kepada umat Israel.
ULANGAN 4:35 “Engkau diberi melihatnya untuk
mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. “
MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya
kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama
ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Paulus juga telah mengubah HUKUM bersunat,
yang mana dia mengatakan bersunat tidak penting
1 KORINTUS 7:19 “Sebab bersunat atau tidak
bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.” Ianya
berbeza sama sekali dengan perjanjian lama
KEJADIAN 17:14 “Dan orang yang tidak disunat,
yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus
dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari
perjanjian-Ku.”
Mari kita pergi secara ringkas tentang
penebusan dosa pula, seperti mana yang diajar oleh PAULUS,
GALATIA 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””
GALATIA 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””
Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus
disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Dan penebusan dosa itu adalah
BERTENTANGAN sama sekali dengan kandungan Taurat / Perjanjian Lama
YEHEZKIEL 18:20 “Orang yang berbuat dosa, itu
yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah
tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat
kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”
MARKUS 10:14 “Ketika Yesus melihat hal itu, Ia
marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku,
jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang
empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).”
Menurut Yehezkiel, setiap orang akan
menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2
adalah pemilik kerajaan syurga, yang bererti keadaan mereka adalah suci tanpa
dosa. Sama dengan konsep dalam Islam yang di ajar oleh Nabi Muhammad S.a.w. Ini
lah yang dikatakan bahawa Muhammad juga membawa ajaran yg sama dengan Yesus,
tetapi PAUL telah menodainya.
Dan ayat yang paling mengarut dari PAULUS yang
boleh menimbulkan salah faham banyak pihak
KORINTUS 6:12 “Segala sesuatu halal bagiku,
tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak
membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”
Ini lah yg menular banyak ke dalam fahaman
barat dari dulu hingga sekarang, yang mana sudah banyak bercelaru, kerana
terlampau banyak perkara HARAM menjadi HALAL. Apa lagi jika bukan kerana PAULUS
yang mereka cipta agama baru yang bernama KRISTIAN??
Berikut merupakan beberapa lagi ajaran Paulus
yang ternyata menyeleweng dari ajaran Yesus;
I Korintus 1:3 “Ia mengajarkan bahwa Tuhan
bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak.”
“Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan,
bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha
kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah
berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan
nabi besar Muhammad s.a.w.” Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4 Paulus mengajarkan
bahawa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit
Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahawa hukum Musa adalah sebenarnya sumber
segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10,
Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak
dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam
Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahawa Yesus itulah
penyudah atau penamat Taurat. kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah
rasul-rasul 10:10-15)
Pengakuan tentang apa bangsa Paulus sendiri
bercanggah-canggah antara satu sama lain. Sekejap Paulus kata dia adalah orang
Rom, sekejap dia kata orang Yahudi dan pada ayat yang lain pula dia mengatakan
bahawa dia orang Farisi / Parsi. Mari kita lihat ayat-ayat berikut;
Kisah 16:38 “ Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rom, maka takutlah mereka.”
Kisah 16:38 “ Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rom, maka takutlah mereka.”
Kisah 22:3. “”Aku adalah orang Yahudi, lahir
di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan
teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku
menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu
ini.”
Kisah 23:6. Dan karena ia tahu, bahwa sebagian
dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan
orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai
saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku
dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”
Ketahuilah bahawa Paulus lah yang mencetuskan
konsep Trinity dan Kristian. Trinity tidak akan wujud tanpa Paulus kerana dia
lah orang yang bertanggungjawab mengangkat Yesus sebagai Tuhan dan kemudiannya
diimani oleh sebahagian besar pengikut Kristian. Mereka semua menjadi mangsa
penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Paulus.------------------------------------------------
Pada
usia 33, Yesus telah mengalami hukuman mati. Yang kemudian ‘terburuk’ kematian.
Hanya penjahat terburuk bisa mati seperti Yesus. Yesus dan dengan hal-hal yang
terburuk, karena tidak semua penjahat mengalami maut dapat menerima paku di
tangan dan kaki.
Tentu saja, paku
paku besar …! Setiap 15 20 cm panjang, dengan jalur 6 cm. Lain adalah jalur
tajam.Paku yang telah craved ke pulses, dan tidak ke dalam telapak tangan,
seperti yang kita digunakan untuk mendengar. Dalam denyutan, ada urat daging
yang membentang sampai tersinggung, dan bila paku dipagari hammered, urat
daging yang rusak, menurut Yesus untuk memperkuat otot dari semua itu, sehingga
ia bisa nafas sebagai Dia loosing semua udara dari itu paru-paru.
Dengan cara ini,
Dia dipaksa untuk mendukung sendiri ke kuku craved di kakinya, yang lebih besar
dibandingkan craved ke dalam pulses, untuk kedua kaki yang craved bersama. Dan,
sebagai kakinya tidak dapat bertahan lama untuk waktu tanpa cemerlang, Yesus
dipaksa untuk alternatif yang ’siklus’ agar Dia bisa nafas.
Yesus memikul
kenyataan bahwa lebih dari 3 jam. Ya, selama 3 jam! Lama, bukan? Dia beberapa
menit sebelum meninggal, Yesus tidak pendarahan lagi. Dia hanya menuangkan air
dari potongan dan hole. Bila kita bayangkan Dia terluka, kami hanya gambar-Nya
dengan cedera, tetapi tidak cukup; luka-Nya adalah benar hole, yang dibuat di
tubuhnya. Dia tidak lebih darah ke darah, Dia hanya dituangkan air. Tubuh
manusia terdiri dekat dengan 3,5 liter darah (untuk dewasa).
Yesus dicurahkan
semua 3,5 liter darahnya; Dia hammered tiga paku ke dalam anggota; sebuah
mahkota duri itu dan pada, diluar itu, yang tentara Romawi yang dibuat dgn
tombak ke dalam dada. Semua ini tanpa menyebutkan kehinaan yang Dia lulus
setelah membawa sendiri untuk lintas hampir 2 kilometer, sementara gerombolan
muka tamparan pada throwed dan batu (salib hampir 30 kg berat, hanya untuk
bagian yang lebih tinggi, di mana ia telah dibuat dgn tangan).
Yesus harus lulus
semua pengalaman ini, sehingga Anda dapat memiliki akses bebas kepada Allah.
Sehingga Anda dapat dosa ‘dicuci’. Semua dari mereka, tanpa pengecualian! Jangan mengabaikan situasi ini. Dia mati UNTUK ANDA!. Untuk Anda, yang sekarang ini membaca e-mail. Jangan percaya bahwa Ia hanya mati untuk orang lain (orang-orang yang pergi ke gereja atau untuk gembala, uskup, dll). Ia mati untuk Anda! Sangat mudah untuk lulus lelucon bodoh atau foto melalui e-mail, tetapi ketika datang kepada Tuhan, kadang-kadang anda merasa malu untuk maju ke orang lain karena Anda khawatir tentang apa yang mereka boleh berpikir tentang moral.
Sehingga Anda dapat dosa ‘dicuci’. Semua dari mereka, tanpa pengecualian! Jangan mengabaikan situasi ini. Dia mati UNTUK ANDA!. Untuk Anda, yang sekarang ini membaca e-mail. Jangan percaya bahwa Ia hanya mati untuk orang lain (orang-orang yang pergi ke gereja atau untuk gembala, uskup, dll). Ia mati untuk Anda! Sangat mudah untuk lulus lelucon bodoh atau foto melalui e-mail, tetapi ketika datang kepada Tuhan, kadang-kadang anda merasa malu untuk maju ke orang lain karena Anda khawatir tentang apa yang mereka boleh berpikir tentang moral.
Menerima
kenyataan, bahwa kebenaran YESUS adalah SALVATION HANYA UNTUK WORLD. Allah
memiliki rencana untuk Anda, semua teman-teman Anda menunjukkan apa yang Dia berpengalaman
untuk menyelamatkan Anda. Sekarang pikir ini! Semoga Tuhan memberkati hidup Anda!
60 detik dengan Allah … Selama 60 detik, meninggalkan apa yang Anda lakukan dan
merebut peluang ini! Mari kita lihat jika setan dapat menghentikan ini. Yang
perlu anda lakukan adalah:
1.
Cukup
berdoa untuk orang yang dikirim pesan ini untuk Anda: Tuhan, lebih baik Anda
mengetahui kehidupan _________. Saya meminta Anda untuk memberkati dia dalam
semua realms dan membuat dia Kesejahteraan. Jaga keluarga, dia kesehatan, dia bekerja
dan semua dia rencana untuk tahun ini. Memimpin dia tidak menjadi cobaan,
tetapi memberikan dia dari kejahatan. Yesus dalam ‘nama, mobilnya.
2.
Then,
mengirim pesan ini ke 10 orang.
3.
Setelah,
10 orang akan berdoa untuk Anda dan Anda akan membuat banyak orang yang berdoa
kepada Allah bagi orang lain.
4.
Pikirkan
sejenak dan menghargai kuasa Allah dalam hidup Anda, untuk melakukan apa yang
Dia pleases. Jika anda tidak malu dalam melakukan ini, silakan, Yesus’
petunjuk. Dia berkata (Matius 10:33): “Tetapi barang siapa yang akan
mendustakan aku di depan manusia, Aku juga dia akan menolak sebelum saya Bapa
yang di sorga ‘.
Jika anda tidak
malu, kirim pesan ini … Hanya jika Anda percaya kepada-Nya. Ya, saya kasih
Tuhan. Dia adalah sumber kehidupan saya dan saya penyelamat. Dia mengisi hidup
dan malam hari. Tanpa-Nya, saya tidak ada, tetapi dengan-Nya “Aku dapat
melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang strengtheneth me ‘. Filipi
4:13.*********************************
JAWABAN;
Dalam Injil dijelaskan bahwa “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas” (Yoh 19:14).
Dalam Injil dijelaskan bahwa “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas” (Yoh 19:14).
Istilah paskah
berasal dari bahasa Ibrani dari kata “pesah” yang berarti “melewati”. Menurut
perjanjian lama sebenarnya dilaksanakan sebagai peringatan pembebasan bangsa
Israel dari bangsa Mesir, yang pada saat itu anak-anak sulung orang mesir
dibunuh, tetapi pintu-pintu rumah orang Ibrani “dilewati”, karena ambang atas
dan kedua tiang pintu rumah mereka disapu dengan darah kambing domba (Kel 12:
23 – 28).
Sedangkan dalam
perjanjian baru, Yesus lah yang disebut-sebut “anak domba bukit paskah” (1 Kor
5: 7).
Dengan demikian
menurut keyakinan Kristen Yesus harus disalib untuk menebus dosa umatnya. Dalam
perkembangan selanjutnya gereja mengatakan bahwa paskah adalah hari
“Kebangkitan Yesus”.
Dalam persiapan
paskah kira-kira jam dua belas, Pilatus selaku Gubernur Romawi, memutuskan
untuk menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi, agar disalib di bukit
Golgota (bukit tengkorak). Maka Yesus dipaksa memanggul salib ke bukit Golgota.
Setelah sampai di bukit Golgota (Matius 27:26), kira-kira jam tiga sore
berserulah Yesus dengan suara nyaring “Eli, Eli lama sabaktani” yang artinya
“Tuhanku, Tuhanku mengapa engkau meninggalkan aku ?”.
Hari itu adalah
hari persiapan paskah dan besoknya adalah hari Sabat (hari Sabtu), bagi umat
Yahudi hari Sabat merupakan hari yang suci dan Tuhan berhenti bekerja pada hari
tersebut, sehingga orang Yahudi dilarang bekerja apapun (Kel 20: 8 – 11),
termasuk melakukan penyaliban dan orang yang bekerja pada hari itu harus dihukum
mati (Kel 31: 12 – 14). Sehingga waktu yang tersisa untuk meyelesaikan
penyaliban, sebelum memasuki hari Sabat yaitu tinggal 2,5 – 3,5 jam (pergantian
waktu menurut tradisi Yahudi adalah terbenamnya matahari).
Terdesak oleh
waktu dan untuk mempercepat proses kematian orang-orang Yahudi ingin segera
memastikan kematian dengan cara “mematahkan kaki”, yaitu meremukkan kaki dengan
batas tempurung ke bawah.
“Karena hari itu
hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal
tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka
datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki
orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan”. (Yoh 19: 31).
Tetapi giliran
Yesus, para serdadu romawi ternyata tidak mematahkan kakinya, sebab mereka
menyangka Yesus telah mati.
“Tetapi ketika
mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak
mematahkan kaki-Nya” (Yoh 19: 33).
“Pilatus heran
saat mendengar bahwa Yesus sudah mati maka ia memanggil kepada serdadu dan
menayakan kepadanya benarkah Yesus sudah mati” (Markus 15: 44).
Benarkah Yesus
telah mati di kayu salib, berdasarkan catatan sejarah dan tinjauan sains,
umumnya orang yang di salib baru mengalami kematiannya, minimal 2 hari.
Kematian tersebut bisa terjadi karena :
1.
Infeksi,
dipakunya tangan dan kaki pada kayu membuka peluang masuknya kuman kedalam
tubuh, dan akan meyebar keseluruh tubuh. Proses kematian karena infeksi akan
berlangsung 2 – 3 hari.
2.
Kematian
di salib terjadi karena kelaparan dan kehausan. Proses ini biasanya berlangsung
6 – 7 hari.
Dengan demikian
waktu 1 hari tidaklah cukup untuk membuat Yesus meninggal di kayu salib. Disisi
lain karena mengira Yesus sudah mati itulah seorang prajurit menikam lambungnya
dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air (Yoh 19: 34). Mungkinkah
orang yang sudah mati mengalirkan darah karena terkena tikaman ?. Penelaahan
yang sermat dan objektif terhadap ayat-ayat alkitab diatas membuktikan bahwa
saat itu Yesus belum meninggal. Ia hanya pingsan dan kondisi pingsan itulah
yang dilihat para serdadu sebagai kondisi mati.
Berikut ini
adalah penjelasan alkitab berkaitan dengan peristiwa-peristiwa setelah Yesus
dianggap mati di kayu salib.
“Sesudah itu
Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut
kepada orang-orang Yahudi–meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan
menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu
datanglah ia dan menurunkan mayat itu”. (Yoh 19: 38) “Juga Nikodemus datang ke
situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa
campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya”.
(Yoh 19: 39)
“Mereka mengambil
mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan
rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat”. (Yoh 19: 40)
“Yusuf pun
membeli kain lenan kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan
mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan dia di dalam kubur
yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu
kubur itu”. (Markus 19: 46)
“Setelah lewat
hari Sabat Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli
rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus”. (Markus 16: 1)
Secara
kronologis, ayat-ayat di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Hari Jumat
sebelum masuk waktu Sabat (sebelum magrib) Yusuf dari Arimatea membawa Yesus
kekuburnya.
2. Malam harinya,
Nikodemus datang kekubur dengan membawa campuran minyak mur dan gaharu lalu
mengkafani Yesus dengan kain kafan.
3. Ahad pagi hari
Maria Magdalena dan kawan-kawan membawa rempah-rempah kekubur untuk meminyaki
Yesus.
Mengapa Maria
Magdalena datang kembali ke kubur untuk meminyaki Yesus padahal sebelum sudah
diminyaki oleh Yusuf dan Nikodemus. Kedatangannya itu sebenarnya untuk
mengobati luka Yesus karena Yesus belum meninggal.
Menurut
kepercayaan umat Kristen, Yesus dibangkitkan tiga hari setelah kematiannya di
kayu salib.(Yesus meninggal hari Jum’at, bangkit hari ahad). Jika demikian
Yesus dikubur bukan tiga hari lamanya seperti keyakinan umat Kristen tetapi
hanya satu hari (hari Sabtu) dua malam (malam Sabtu dan malam Minggu).
Kebangkitan
termasuk doktrin utama bagi umat Kristen. Paulus mengatakan “Dan jika Kristus
tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup
dalam dosamu”. (1 Kor 15:17).
Jika
Yesus dibangkitkan lalu dalam bentuk apa ia dibangkitkan, dalam bentuk jasmani
seperti manusia pada umumnya atau dalam bentuk roh. Pertanyaan ini terjawab
berdasarkan ayat dalam alkitab “Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal
itu, Yesus tiba-tiba berdiri ditengah-tenga mereka dan berkata kepada mereka :
“Damai sejahtera bagi kamu !”. (Luk 24: 26)
“Lihatlah
tanganku dan kakiku : aku sendiri inilah, rabahlah aku dan lihatlah, karena
hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kau lihat ada padaku. Sambil
berkata berkata demikian, ia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka.
Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah ia
kepada mereka : “Adakah padamu makanan disini ?”. Lalu mereka memberikan
kepadanya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan
mereka”. (Luk 24: 39 – 43)
Dari penjelasan
ayat tersebut di atas dapat diketahui bahwa ketika itu murid-murid Yesus sedang
bercakap-cakap tentang kematian Yesus, namun tiba-tiba datang Yesus. Melihat
kedatangan Yesus murid-muridnya ketakutan apakah benar orang yang ada dihadapan
mereka adalah Yesus atau hantu. Untuk membuktikan hal tersebut lalu Yesus
berkata agar murid-muridnya melihat tangan dan kakinya, dan kemudian Yesus
memerintahkan agar mereka meraba tubuhnya. Karena murid-murid Yesus masih belum
yakin kalau orang yang ada dihadapan mereka adalah Yesus maka untuk pembuktian
lebih lanjut Yesus meminta makanan dan kemudian memakannya dihadapan
murid-muridnya tersebut. Secara logika jika Yesus bangkit sebagai Roh
(spiritual body) maka dia tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba dan tidak
membutuhkan makanan.
Sedangkan apa
yang dilakukan oleh Yesus pada ayat tersebut menggambarkan bahwa Yesus pada
saat itu bukanlah roh, tetapi manusia. Jika dikatakan Yesus dibangkitkan bukan
dalam bentuk roh tetapi manusia, hal ini tentu bertentangan dengan alkitab
sendiri yaitu “ Sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti
malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah
dibangkitkan”. (Luk 20: 36).
Ayat tersebut
menjelaskan bahwa setiap manusia yang mati akan dibangkitkan dalam bentuk roh
(spiritual body) karena sama seperti malaikat yang tidak butuh makan. Sehingga
dengan sendirinya keimanan umat Kristen selama ini tentang kebangkitan Yesus
adalah sia-sia karena Yesus tidaklah dibangkitkan.
Disisi lain
berita tentang kematian Yesus di kayu salib tidaklah di lihat langsung oleh
murid-muridnya, tetapi hanya didengar melalui perkataan-perkatan orang saja.
Artinya tidak ada saksi yang lihat dan yang hanya ada saksi dengar, Sebab
menurut alkitab apabila Yesus mendapat kesulitan maka murid-muridnya lari
meninggalkan dia. “Lalu semua murid-murid meninggalkan dia dan melarikan diri”
(Matius 26: 56).
Yesus telah wafat Adalah merupakan akidah Kristen bahwa Yesus telah mati diatas kayu
salib menebus dosa mereka. Dr. Zwimmer menulis dalam “Rahasia Ajaib” bahwa
Yeremiah diikat dengan tali lalu dibuang dalam sumur yang dalam, namun
diselamatkan oleh Allah”. Demikian pula Allah telah menyelamatkan tiga orang
teman Daniel ketika mereka diikat dan diseret untuk dimasukkan dalam tanur yang
sedang menyala-nyala (hal 67). Seperti itu pula orang-orang Yahudi ingin
membunuh Yesus diatas kayu salib supaya terbukti bahwa ia terkutuk. Tetapi
Allah swt manyelamatkannya dari kematian terkutuk itu, bahkan menjadikannya
orang mulia. Singkatnya kematian Yesus di atas kayu salib tidak terbukti secara
meyakinkan. Berikut dalil-dalil yang menjadi bahan pertimbangan bahwa Yesus
tidak mati di kayu salib seperti berikut:
Pertama,
Taurat mengatakan tentang pendusta yang mengaku jadi nabi: “Nabi atau pemimpi
itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap Tuhan,
Allahmu…” (Ulangan 13:5). Lalu Taurat mengatakan: “Apabila seseorang berbuat
dosa…terkutuk oleh Allah” (Ulangan 21: 22, 23). Almasih (Yesus) jelas
menyatakan dirinya seorang nabi, sedang orang-orang Yahudi menganggapnya
pendusta. Seandainya, kita katakan orang-orang Yahudi menaikkannya diatas kayu
salib dan mati diatas kayu salib tersebut maka kesimpulan logisnya ialah dia
memang benar mati terkutuk diatas kayu salib (naudzubillah). Karena itu, maka orang-orang
Kristen menganut akidah kematian Isa Almasih diatas kayu salib dan
mempercayainya terkutuk. Dikatakan: “Kristus telah menebus kita dari kutuk
hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis:
‘Terkutuklah orang yang digantung pada salib!” (Galatia 3:13). Itikad Kristen
ini salah sekali karena menarik kesimpulan Almasih (Yesus) tidak benar
(naudzubillah) dalam pengakuannya sebagai nabi, malahan dusta dan
mengada-ngada. Singkatnya, kematiannya diatas kayu salib itu menafikan atau
membohongkan sesuai dengan rencana orang-orang Yahudi. Akan tetapi Almasih
(Yesus) itu orang benar; oleh sebab itu akidah kematian diatas salib itu hanya
hikayat belaka.
Kedua,
Menurut pandangan Kristen, kematian Yesus di kayu salib itu adalah “suatu
keharusan” karena melalui cara aneh ini dosa mereka tertebus. Menurut segi
pandang injil, untuk meraih najat (keselamatan) kematian Almasih di atas kayu
salib itu tidak diperlukan. Almasih mengatakan: “Di dunia ini anak Manusia
berkuasa mengampuni dosa” (Matius 9:6). Keterangan Almasih ini diberikan ketika
dia masih hidup. Jelas bahwa untuk menebus dosa, kematiannya diatas kayu salib
bukanlah suatu keharusan.
Ketiga,
Orang Kristen megatakan, yesus terbunuh untuk menyelamatkan mereka agar menjadi
penebus dosa mereka. Kalau tidak mati di salib berarti kabar suka dari Paulus
dan kepercayaan orang-orang Kristen akan menjadi sia-sia. memang benar Yesus
tidak mati diatas kayu salib dan Kematian diatas salib itu bertentangan dengan
kehendak Allah dan dengan misi yang diembannya. Allah sendiri menyatakan:
“Sebab Aku
menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan
Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran” (Hosea 6:6). dan: “Pergilah dan
pelajarilah arti firman ini: ‘Yang kukehendaki ialah belas kasih dan bukan
untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Matius 9:13)
Jelas Allah
menghendaki kasih sayang, bukan kurban, untuk memperoleh kasih sayang-Nya jalan
satu-satunya ialah bertobat, yang untuk itu Yesus menyeru sepanjang hidupnya.
Tidak ayal lagi kalau yesus mati di kayu salib, kematian demi menebus dosa
manusia adalah berlawanan dengan kehendak Allah dan dengan kedudukan Yesus sendiri.
Keempat,
Dalam Injil Matius dikatakan: “Jawaban nya kepada mereka: ‘Angkatan yang jahat
dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan
diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam
perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di
dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” (Matius12:39, 40)
Untuk mengetahui
apakah Nabi Yunus tetap hidup dalam perut ikan atau maati, bacalah kata-kata
Kitab Yunus yang mengatakan:
“Yunus tinggal di
dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya. Bedoalah Yunus kepada Tuhan,
Allahnya, dari dalam perut ikan hiu” (Yunus 1:17 dan 2:1)
“Yesus telah
memberikan contoh, mukjizat Nabi Yunus sebagai pegangan bagi keturunannya dan
ini jelas Yunus masuk perut ikan dalam keadaan tetap hidup, tinggal dalam perut
ikan juga dalam keadaan hidup keluar dalam keadaan hidup. Karenya Yesus juga
harus dimasukkan ke dalam liang kubur dalam keadaan hidup, tinggal didalamnya
hidup-hidup dan dikeluarkan juga hidup-hidup. Kalau tidak, janji Yesus dan
satu-satunya mukjizat menjadi sia-sia. Hanya ada dua jalan bagi orang-orang
Kristen; mengingkari kematian Yesus di kayu salib dan mempercayai bahwa dia
diselamatkan dari kematian di kayu salib itu hidup-hidup, sesuai dengan kepercayaan
umat islam. Dalam keadaan seperti ini nubuatan Almasih tetap genap dan akan
terbukti pula mukjizatnya.
Atau, tetap
menganut akidah kematiannya diatas kayu salib dan ini berarti mereka membantah
mukjizat tersebut. Tetapi perlu diingat bahwa menerima kepercayaan ini berarti
nubuatan-nubuatan Yesus harus dikorbankan karena dia mengaitkan persamaan
dengan mukjizat Yunus. Karena itu adalah tepat bila dikatakan bahwa Almasih
sekali-kali tidak mati di atas kayu salib.
Kelima,
Ketika Yesus mengetahui tentang kisah salib dan niat jahat orang-orang Yahudi,
menurut Lukas: “Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira seperlemparan batu
jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa, katanya: ‘Ya bapaku, jikalau Engkau mau,
ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan
kehendakMu-lah yang terjadi’. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan
diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kapadaNya” (Lukas 22:41-43).
Almasih mendoa
dengan segala kerendahan hati agar dia diselamatkan dari maut yang hina dan
mengerikan. Cawan itu adalah cawan maut. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah doa
Yesus ini didengar atau tidak? Kalau didengar, kepercayaan bahwa dia mati di
atas selib berarti batal. Sebaliknya kalau tidak didengar berarti diragukan
apakah dia benar atau tidak, karena di dalam kitab Amsal dikatakan: “Tuhan itu
jauh daripada orang Fasik, tetapi doa orang benar didengarnya” (Amsal 15:29) Yang
sebenarnya adalah Allah swt mendengar ratap tangisnya , sesuai dengan kebiasaan
dan sunnah-Nya. Almasih pasti diselamatkan dari kematian dia atas kayu salib
yang terkutuk itu.
Keenam:
Dalam “surat Kepada Orang Ibrani” dikatakan: “Ia telah mempersembahkan doa dan
permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup
menyelamatkanNya dari maut, dan karena keselahenNya ia telah didengar”
(Ibrahinm 5:7)
ini adalah
nubuatan dan keterangan kejadian yang sebenarnya. Nubuatan ini membenarkan ayat
dalam Amsal seperti berikut: “Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi
tahun-tahun orang fasik diperpendek” (Amsal 10:27).
Nubuatan ini
tidak dapat menjadi genap kecuali kita mengakui bahwa Yesus telah diturunkan
dari tiang salib dalam keadaan hidup. Adalah disebabkan kabar suka ini Yesus
tetap tenang-tenang saja sampai saat-saat terakhir, karena dia yakin tidak akan
mati di atas tiang salib. Karena itu, ketika merasa kesakitan di tiang salib
dia mengaduh: “Tuhanku, mengapa kau tinggalkan daku.” Dia mengingatkan Tuhan
akan janjiNya; karena Allah selalu memenuhi janjiNya, maka menyelamatkan
Almasih dari kematian diatas tiang salib. Orang melihat di dalam keadaan tidak
sadar maka dikira mati, lalu ia diturunkan.
Ketujuh,
Dari Injil dapat kita mengetahui bahwa Allah telah menyediakan sarana-sarana
luar biasa demi menyelamatkan Yesus dari cengkeraman maut. Diantaranya ada kejadian-kejadian
ajaib digambarkan dalam kitab-kitab Injil. Satu diantaranya Tuhan telah
memperlihatkan mimpi kepada idteri Pilatus, lalu dia meberitahukan kepada
suaminya:
“Jangan engkau
campuri perkara orang benar itu, sebab karena dia aku sangat menderita dalam
mimpi tadi malam” (Matius 27:19)
tampak disini,
Allah menghendaki supaya Almasih diselamatkan dari maut. Siapa yang bisa
membendung iradah ilahi.
Kedelapan:
Injil Matius menerangkan bahwa Almasih itu gembala Bani Israel.
“Dari padamulah
akan bankit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel” (Matius
2:6)
Almasih juga
mengatakan: “Aku diutus hanya kepda domba-domba yang hilang dari umat Israel
(Matius 15:24)
Ketika Almasih
datang orang-orang suku-suku yahudi tersebar dimana-mana, diluar tanah airnya,
dan “domba-domba keluarga Israel telah hilang.” Adalah kenyataan orang-oang
Yahudi itu tersebar dari India sampai ke Ethiopia:
“Pada waktu itu
juga dipanggillah para prajurit raja, dalam bulan yang ketiga-yakni bulan
Siwan-pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan
Mordekhai dituliskan surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil
pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah dari India sampai Ethiopia,
seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah bangsa menurut
bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya” (Ester
8:9) Kalau saja kita terima bahwa Yesus mati di atas salib dalam umur tiga
puluh tiga tahun dan selesai masalahnya, berarti bahwa misinya sia-sia. Yang
benar adalah Yesus telah diturunkan dari tiang salib dalam keadaan hidup dan
dia menyampaikan pesan-pesan kepada berbagai suku dimana-mana. Kesembilan:
Almasih seraya mencela orang-orang Yahudi, mengatakan: “Supaya kamu menanggung
akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar
itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh diantara tempat
kudus dan mezbah” (matius 23:55) Sekiranya Yesus juga dibunuh diatas kayu salib
oleh Orang Yahudi dan darahnya juga mengalir, niscaya dia sebut dan dijadikan
kata pemutus. Tetapi dengan tidak menyebut hal itu, Yesus memang tidak bakal
mungkin dibunuh oleh orang-orang Yahudi di atas kayu salib. Menyebut darahnya
sendiri seharusnya diutamakannya.
Kesepuluh,
Di dalam kitab-kitab injil yang lebih banyak dikemukakah adalah kata-kata
ALmasih tentang penderitaan-penderitaannya. Sebelum kejadian itu terjadi dan
mengatakan
1. “Elia sudah
datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak
mereka. Demikian juga anak Manuasi akan menderita oleh mereka” (Matius 17:12).
2. “sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke satu ujung langit yang lain, demikian pula-lah kelak halnya Anak manusia pada hari kedatanganNya. Tetapi ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini” (Lukas 17: 24,25)
3. “Aku sangat rindu makan paskah ini bersama sama dengan kamu, sebelum aku menderita” (lukas 22:15)
2. “sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke satu ujung langit yang lain, demikian pula-lah kelak halnya Anak manusia pada hari kedatanganNya. Tetapi ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini” (Lukas 17: 24,25)
3. “Aku sangat rindu makan paskah ini bersama sama dengan kamu, sebelum aku menderita” (lukas 22:15)
Sesusah kejadian
peristiwa salib, dia mengatakan: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatiku,
sehingga kamu tidak percaya atas segala sesuatu, yang telah dikatakan para
nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam
kemulian-Nya?” (Lukas 24: 24, 26)
Dari kata yang
jelas diatas menadi jelas seterang matahari bahwa Almasih hanya harus memikul
penderitaan; sesudah itu akan memperoleh keselamatan, dan tak akan mengalami
maut diatas kayu salib. Sebutan tentang kematian dan pembunuhan lebih bersifat
kutipan-kutipan. Adapun kata mati yang disebutkan dalam berbagai riwayat dikemukakan
secara berlebih-lebihan. Kedua keterangan dapat diterapkan begini: memikul
penderitaan yang keras disebut juga sebagai maut. Paulus mengatakan: “Saudara-saudara,
tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. ( I Korintus 15:31 )--------------------------------------------------------------
7. MARIA MAGDALENA
Salah satu misteri dalam Alkitab adalah kisah
Maria Magdalena. Siapa sebenarnya dia? Apakah Maria Magdalena adalah seorang
pelacur? Ataukah dia seorang pahlawan? Bagaimana seseorang yang mengabdikan
hidup untuk melayani Yesus berubah dari pahlawan Gereja hingga sampai disebut
sundal?
Bila kita membaca kisah-kisah sejarah,
pengaruh perempuan sering tidak masuk hitung. Ada cerita tentang wanita
dipukuli atau dirajam karena pelanggaran kecil. Mungkin saja wanita di jaman
Yesus hidup seperti itu. 2000 tahun lalu di Palestina wanita begitu dikucilkan
dari kehidupan sosial. Begitu terkucilnya sehingga mereka hidup selalu
terkurung di rumah. Mereka tidak menikmati pendidikan. Dan mereka jarang keluar
rumah, dan apabila mereka keluar rumah, mereka harus selalu memakai kerudung.
Di jaman itu, seorang pria tidak pantas berbicara pada wanita di tempat umum.
Kalau dipikir-pikir, hal ini memang sangat aneh bahkan amat kejam. Dan di jaman
itu pula cuma pria yang diperkenankan mempelajari Taurat.
Maria Magdalena bertemu dengan Yesus dan
menjadi bagian dari sejarah. Tapi apa mungkin itu terjadi di jaman di mana
wanita dianggap sebagai objek hinaan? Pasti sesuatu yang amat radikal terjadi
yang berakibat pada perubahan ini.
Gambaran Maria Magdalena sering dikaitkan
sebagai pelacur. Tapi bila merujuk pada kisah-kisah di Alkitab adakah buktinya?
Tidak disebutkan sama sekali. Kisah Yesus di Alkitab disebutkan Yesus berkelana
dengan kedua belas rasul dari satu tempat ke tempat yang lain. Yesus berkotbah
dan juga menyembuhkan beberapa wanita dari roh jahat dan penyakit. Salah
satunya adalah mujizat yang dialami Maria Magdalena yang disembuhkan dari
kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Tapi tidak ada kalimat yang menyebutkan bahwa
dia adalah seorang pelacur. Kenapa bisa Maria Magdalena yang tanpa adanya bukti
dikatakan seorang pelacur?
Di Alkitab, sebelum kisah Maria Magdalena ada
kisah tentang seorang wanita tanpa nama, Disebutkan wanita ini penuh dengan
dosa. Saat dia mendengar Yesus berada di sekitar itu, dia pergi menemui Yesus.
Dia sambil menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya
dengan rambutnya dan meminyaki kaki Yesus dengan wewangian. Kisah ini yang
dijadikan acuan dan diyakini bahwa dosa wanita itu adalah dosa seks dan
beranggapan bahwa dia adalah mungkin seorang pelacur. Tapi tidak ada petunjuk
atau penjelasan bahwa wanita ini adalah Maria Magdalena.
Kembali ke kisah Maria Magdalena disembuhkan
dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Kerasukan iblis bukan berarti dosa di
jaman itu. Tapi semacam penyakit tak terkendali. Tapi jika wanita berdosa yang
tertera pada Lukas 7 bukanlah Maria Magdalena, bagaimana Maria mendapat
reputasi seburuk itu? Padahal dalam Perjanjian Baru ditemukan banyak contoh
Yesus mengusir Iblis dari laki-laki, tapi tampaknya tidak pernah dikaitkan
dengan dosa seksual. Apa karena Maria Magdalena adalah perempuan? Atau mungkin
saja ada hal lain dalam kisah dia. Ataukah Maria Magdalena merupakan ancaman
bagi tatanan masyarakat pada jaman itu? Who knows?
Beberapa kisah Maria Magdalena dari apokrif
dan gnostik tidak dimasukkan dalam Alkitab karena dianggap tidak inspiratif
oleh para Bapak Gereja dulu kala.
Satu bukti nyata bahwa tertulis di Alkitab
tentang sikap para murid terhadap wanita tampak pada kisah Yesus menyapa
perempuan Samaria di sumur. Yesus berbicara pada wanita di tempat umum. Apalagi
dianya seorang Samaria, yang pada jaman itu orang Yahudi tidak boleh
berhubungan dengan orang Samaria. Pada kisah ini, diceritakan murid-murid
mendapati Yesus sedang berbicara pada seorang wanita di mana hal ini tidak
diterima secara sosial. Dan tak satupun murid mempertanyakan perbuatan Yesus
ini karena Yesus adalah guru dan Tuhan. Salah satu pelajaran yang diajarkan
Yesus di sini adalah kesetaraan dan penghormatan terhadap perempuan. Di sini
tampak Yesus berbagi pada siapa pun bukan hanya pada pria.
Dengan mencap Maria sebagai pelacur, ia tak
hanya merampas nama baiknya. Tapi juga merampas sosok perempuan panutan kuat
dari jutaan wanita. Maria yang kita temukan dalam Injil sangat penting bagi
Yesus. Dan ia sangat mungkin pemimpin di antara kelompok pengikut Yesus.
Terutama setelah penyaliban dan kebangkitanNya.
Apa karena ada pihak Gereja yang menganggap
hubungannya dengan Yesus lebih romantis dari biasanya? Injil tak memberi banyak
fakta tentang Maria, tapi satu hal yang pasti. Ia anggota dari rombongan yang
menemani Yesus. Gambaran kasih Yesus pada Maria Magdalena membuat
kesalahpahaman banyak orang akhir-akhir ini. Orang modern senang membayangkan
hubungan romantis di antara keduanya.
Ada beberapa teks apokrif ditulis setelah
Injil Perjanjian Baru yang tak dimasukkan ke dalam Alkitab. Teks itu, seperti
Injil Filipus dan Injil Maria. Menggambarkan pentingnya Maria Magdalena dalam
hidup Yesus. Tapi Injil Filipus yang menyatakan ada kemungkinan hubungan yang
lebih intim dari yang disadari. Tapi keterangan terpenting dari teks ini yaitu
bahwa Yesus begitu mengasihi Maria Magdalena sampai disebut ‘yang terberkati’.
Rujukan ‘romantis’ sesungguhnya merujuk pada
keintiman spiritual, bukan seksual. Jadi menyebut Maria Magdalena sebagai ‘yang
terberkati’ tidak mengherankan. Itu pula yang jadi istilah Kristen purba yang
umum bagi banyak orang suci. Di abad 21 ini, banyak orang mudah salah paham.
Apa yang dimaksud dengan ‘kasih’ dalam teks-teks kuno ini diartikan bukannya
pemahaman hubungan kasih antara guru dan murid terkasih.
Tapi secara umum para pemikir modern tidak
menerima pemikiran bahwa ada hubungan asmara atau bahkan perkawinan antara
Yesus dan Maria Magdalena. Hubungan mereka jelas dalam teks kuno sebagai hubungan
guru dan murid. Maria murid yang istimewa, murid yang digambarkan sangat
memahami Yesus. Maria Magdalena dan wanita lainnya diceritakan dengan setia
mendampingi Yesus sampai pada penyaliban Yesus. Padahal para murid lelaki
diceritakan sudah pergi. Saat Ia wafat, Maria meratapinya. Dan diceritakan pula
Maria Magdalena dan wanita lain membawa rempah untuk membalsemi jenasah Yesus.
Saat itu ia menyaksikan kebangkitan Kristus untuk pertama kalinya. Yesus
menyuruh Maria memberitahu murid lain bahwa Ia telah bangkit. Jadi ia yang
pertama kali mengumumkan kebangkitan Yesus. Sangat penting ia dipercaya dengan
tugas mengumumkan kebangkitan ini. Karena di masa itu, wanita dianggap tak
berhak menjadi saksi resmi. Karena di banyak tatacara Yahudi kuno kesaksian wanita
tak diterima secara hukum. Jika hal ini hanya soal Gereja purba mengarang
cerita kebangkitan Yesus, mereka takkan mungkin membuat gagasan Ia muncul
pertama kali pada wanita.
Maria Magdalena jelas mengenal langsung hidup
dan ajaran Yesus, Maria Magdalena adalah wanita yang mandiri dan bersemangat.
Sosok Maria Magdalena yang bisa dibilang kisah terbesar dalam sejarah manusia.
Kisah Maria Magdalena seolah membawa pesan pada semua orang. Dan yang
terpenting dalam hidup adalah melakoni ajaran Yesus yaitu KASIH
Rekonstruksi Sejarah Isa
Al-Masih. Sebuah Pelurusan Sejarah dan Jawaban untuk Dynasti
Yesus
Oleh : Armansyah
Mungkin
tidak pernah manusia memperselisihkan seseorang dalam sejarah sehebat
perselisihan mereka tentang pribadi Nabi 'Isa al-Masih putra Maryam. Dan
mungkin tidak akan pernah pula tersaingi dalam sejarah kapanpun dimana manusia
saling bahu membahu dalam pembunuhan sesama mereka sebagaimana serunya usaha
kearah itu hanya karena sosok seorang anak manusia yang berasal dari sebuah
desa kecil bernama Nazareth itu.
Manusia
bahkan tidak sekedar saling berselisih tetapi juga telah saling membunuh dan
memutuskan ikatan persaudaraan karenanya. Perselisihan diantara manusia begitu
buasnya dan pemutusan hubungan diantara mereka begitu tegas. Sejak sang Mesias
dilahirkan secara ajaib, dia telah menimbulkan kontroversi ditengah bangsanya,
Israel. Berbagai hujatan, hinaan dan penyiksaan telah dialaminya dalam
perjalanan dakwahnya sebagai seorang utusan Tuhan, tragedi paling mengenaskan
adalah upaya pembunuhan dirinya diatas kayu salib oleh pemuka-pemuka agama
Yahudi yang bekerja sama dengan tentara Romawi selaku pihak penjajah kala itu.,
Pasca ketiadaannya, ajaran yang pernah disampaikannya kepada umat, begitu
derasnya mengalami perubahan maupun penafsiran ditengah masyarakat dan semua
itu selalu disandarkan atas namanya, sampai hari ini.
Analisa
Historis Filosof Yahudi Terhadap Perjanjian Lama.
Semua orang mengakui bahwa kitab suci adalah firman
Tuhan. Sebagaimana juga mengakui bahwa kitab suci itu mengajarkan kebahagiaan
rohani yang hakiki dan
menunjukkan Jalan keselamatan. Namun, ternyata perilaku manusia menunjukkan
sesuatu yang sama sekali berbeda dengan hal itu.
Kita semua tahu bahwa hampir semua orang telah mengganti
firman Allah dengan bidah-bidah mereke sendiri. Sebagaimana juga tahu bahwa
mereka telah memeras semua tenaganya atas nama agama untuk memaksa orang lain
agar berpikir seperti dirinya.
“Di seberang sungai Yordan... kalau saja kamu mengetehui
rahasia dua belas... hukum Taurat dltuliskan oleh Musa... waktu itu orang
Kanaan diam di negeri itu... Di atas gunung TUHAN, akan disediakan...
ranjangnya adalah ranjang dari besi, saat itu kamu akan mengetahui
kebenaran."
Hal ini berarti bahwa kltab Nabi Musa yang asli jauh
lebih kecil daripada lima kecil yang beredar seat ini.
Baruch Spinoza (1632-1677): filosof den teolog Yahudi rasionalis. Filosof terpenting
delam peradaban barat modern. Tokoh krltik kltab suci. Filosof dan teolog
Yahudi terbesar yang pernah melakukan analisa kritls terhedap teks-teks
kitab-kitab Perjanjian Lema. Sejak semula Spinoza sudah menyiapkan diri untuk
menjadi robi (hakham). Tetepi di kemudlan hari, jalan hidupnya ini ternyata
berbalik. Dia malah diusir dari Jemaat Yahudi Amsterdam setelah dituduh ateis
karena pikiran-pikiranya tentang kitab suci dan akidah-akidah Yahudi. Sebelum
diusir, dia masih sempat disuap oleh para robi agar menyembunyikan
pikiran-pikirannya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar