Rabu, 30 Desember 2015

bacaan pribadi


1. HARUSKAH WANITA KRISTEN MENGGUNAKAN TUDUNG KEPALA DALAM PERIBADATAN..??
Shalom..
Salam kasih dan damai sejahtera.. Pada kesempatan ini kami akan menulis tentang surat rasul Paulus dalam 1 Korintus 11:2-6 yaitu tentang aturan terhadap wanita untuk menggunakan tudung (tutup kepala) dalam peribadatan..
1 Korintus 11:2-6 11:2, Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
11:3, Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
11:4, Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
11:5, Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
11:6, Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
Memang benar, pada zaman Paulus menulis surat-suratnya, tradisi yang berlaku diwaktu itu adalah wanita harus menudungi kepalanya untuk menunjukkan kesopanan dan sikap tunduk kepada suaminya dan demi menyatakan martabatnya. Tudung itu mengandung arti bahwa ia harus dihormati dan dihargai sebagai seorang wanita. Pada zaman itu orang Yahudi merasa tidak wajar jika seorang wanita memperlihatkan diri dimuka umum tanpa mengenakan tudung dikepalanya..
Dalam tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus (khusus 1 Korintus 11), Paulus mulai mengingatkan kebiasaan wanita yang harus menggunakan tudung dikepalanya dalam persekutuan ibadah, karena tampaknya kebiasaan tersebut mulai di hilangkan khususnya oleh wanita-wanita di jemaat Korintus. Kondisi dimana wanita-wanita di jemaat Korintus mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan tudung kepala dalam persekutuan-persekutuan jemaat, mulai menjadi persoalan umat yang kemudian mengajukan permasalahan tersebut kepada Paulus.
Nah, hal yang kini sering dipertanyakan yaitu, apakah pengajaran Paulus tentang seorang wanita harus menggunakan tudung kepala dalam peribadatan, adalah aturan yang berlaku sampai sekarang ini, atau hanya dalam situasi yang berlaku pada kebiasaan jemaat dizaman itu karena berkaitan dengan tradisi..? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka terlebih dahulu kita pelajari latar belakang atau konteks 1 Korintus 11. Tulisan Paulus dalam 1 Korintus 11 khususnya ayat 2 sampai 4 berkaitan dengan permasalahan yang terjadi dalam jemaat Korintus. Jemaat Korintus pada saat itu terpecah-pecah akibat permasalahan tentang pakaian liturgis dalam peribadatan. Disinilah Paulus datang dengan nasihat-nasihatnya untuk menjaga keutuhan jemaat, khususnya dalam permasalahan tentang pakaian liturgis yang dikenakan dalam peribadatan. Memang dalam bagian lain dari surat-suratnya, Paulus sering menekankan bahwa ibadah yang terpenting adalah ibadah dalam roh dan kebenaran, bukan masalah-masalah lahiriah seperti masalah pakaian liturgis dalam peribadatan. Namun untuk menyelesaiakan masalah ini, tentu Paulus memberikan nasehat-nasehatnya yang dikaitkan dengan kulturitas budaya setempat.
Pada ayat 4 dan 5, Paulus memberi komentar mengenai penampilan yang tepat bagi laki- laki dan perempuan. Jelas sekali bisa kita lihat Paulus mengenal sekali Perempuan dan Laki-laki di Korintus memegang peranan dalam pemimpinan Liturgi. Banyak problem di jemaat Korintus muncul karena sikap acuh-tak-acuh terhadap hal-hal fisik dan kelakukan yang baik. Paulus secara khusus mendorong jemaat agar menghargai secara benar perbedaan seks, menyebutkan kegagalan menghargai perbedaan, dan berdosa (lihat Roma 1:24-27). Komentar Paulus terhadap jemaat Korintus mengenai pakaian ibadah ini berlatar belakang pada pandangan tersebut. Kegagalan menghargai hikmat praktek biasa mengenai pakaian bisa membawa kepada pelecehan yang lebih serius terhadap kewibawaan dan kebebasan Kristen, dan merusak tujuan sesungguhnya dari berkumpul bersama dalam pertemuan liturgi untuk beribadah. Paulus juga menganjurkan damai sejahtera dan keseimbangan dalam mengatur karunia-karunia roh (1 Korintus 14:1-40), ia menganjurkan kepada laki-laki dan perempuan berpakaian layak dalam perayaan liturgi agar dapat membersembahkan kurban yang layak kepada Allah. Pertama-tama Paulus memuji jemaat Korintus karena teguh pada tadisi yang telah ia ajarkan, kemudian Paulus mengingatkan mereka akan kewibawaan sebagai umat Kristus, kendati masalah berpakaian tidak begitu penting. Peulus menghargai jemaat Korintus, akan tetapi untuk pelanggaran yang lebih berat dari kasih bahkan dalam perjamuan Tuhan Paulus tidak memuji mereka:
1 Korintus 11:17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. Dalam 1 Korintus ayat 11-12 seolah-oleh Paulus sangat menekankan Perempuan harus memakai penutup kepala, tetapi pandangan ini didukung oleh pemikiran akal sehat waktu itu bahwa sebaiknya ada perbedaan cara berpakaian antara laki-laki dan perempuan. Ini penting pada masa itu sebab umat Kristus harus berbeda penampilannya dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Mengapa Perempuan ditekankan harus memanjangkan rambutnya dan menutup kepada dalam ibadah-ibadah sebagai "tanda" kewibawaan Allah? Sebab, latar-belakang budaya saat itu, apabila seorang perempuan tidak menggunakan tutup kepala, artinya ia adalah seorang perempuan yang "tersedia bagi siapapun", dan perempuan yang memotong rambutnya itu identik dengan kaum lesbian. Seluruh ayat dalam 1 Korintus 11:2-16 mengemukakan usaha Paulus untuk mengingatkan jemaat di Korintus terhadap perpecahan, persaingan yang mungkin muncul dalam pertemuan2 ibadah lain yang tidak dapat diterima oleh jemaat Korintus dalam konteks liturgi. Ketika umat Kristus perempuan berpakaian layak dengan tutup kepala sebagai tanda bahwa perempuan itu adalah perempuan baik-baik, maka perempuan itu tidak bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain. Unsur sandungan itu harus dihindari, sebab perempuan memainkan peranan besar dalam ibadah-ibadah kafir. Dari penjelasan diatas, jelas sekali anjuran untuk menutup kepala bagi perempuan adalah berkaitan dengan latar belakang budaya masa itu, anjuran itu justru melindungi kaum perempuan, agar mereka tidak dianggap pelacur karena kepalanya tidak bertudung dan memanjangkan rambutnya agar tidak dianggap lesbian. Kesaksian umat Kristus juga harus diungkapkan secara lahiriah meskipun ibadah kita menekankan ibadah dalam roh dan kebenaran.
Melihat konteks atau latar belakang dari 1 Korintus 11, apakah nasihat Paulus ini harus menjadi rujukan pada jemaat di zaman ini ? Tentu saja tidak.. Kita harus menimbang konteks suatu ayat, apakah hal tersebut ditujukan kepada kita dan harus kita laksanakan atau bukan. Banyak contoh dalam Alkitab yang Allah mau kita "ketahui" namun tidak secara langsung ditujukan kepada kita secara pribadi. Misalnya hukum Taurat. Hukum Taurat itu ditujukan "langsung" kepada bangsa Israel (spesifik untuk Israel). Hukum Taurat (Perjanjian Lama) adalah firman Allah yang diilhamkan sepenuhnya "bagi" umat Kristiani masa kini, namun bukanlah sebagai perintah Allah yang langsung "kepada" umat Kristiani. Sebab umat percaya tidak lagi dibawa kuk Hukum Taurat, karena Hukum Taurat telah digenapi oleh Yesus Kristus. Demikian pula dalam membaca anjuran yang diberikan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 11 diatas. Ajaran Rasul Paulus diatas amat berharga bagi orang Kristen dan kita perlu membaca/merenungkan tentang anjuran itu yang pada saat itu perlu ditaati oleh jemaat di Korintus, namun itu bukanlah aturan bagi kita yang hidup dalam budaya yang berbeda dengan jemaat pada zaman itu. Ibadah yang terpenting adalah dalam Roh dan bukan dengan hal-hal yang bersifat lahiriah..
Yohanes 4:23-24 4:23, Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 4:24, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
God Bless.

2.      MENGAPA HANYA BIARAWATI SAJA YANG MENUTUP AURAT ?
“Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.” Surah Al-Ahzab : ayat 59
“Dan katakanlah kepada perempuan -perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau anak-anak mereka, atau bapa mertua mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tiadk berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” Surah An-Nur : ayat 31 Begitu juga dalam Alkitab juga ada perintah agar kepala wanita ditutup / menutup aurat, seperti dalam 1 Korintus, Bab 11: [1 Kor 11:5] Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menhina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. [1 Kor 11:6] Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahawa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. [1 Kor 11:10] Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. [1 Kor 11:13] Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? Maka dengan alasan apa dalam kristen hanya biarawati yang menutup aurat? Sedangkan orang2 awam tidak menutup aurat dengan betul? aurat dibuat seperti perkara ringan.
Mengapa saya tulis tentang aurat wanita?
Kerana ini lah satu2nya bahaya yang tersembunyi yang akan merusak iman kaum lelaki secara halus, (banyak lelaki menjadi korban) Akibat wanita2 seksi dan tidak menutup aurat dengan betul.
Sebab itu pernikahan betul2 dianjurkan dalam Islam, untuk menghindari perbuatan yang tidak pantas terhadap kaum wanita. Karena lelaki-laki yang belum kawin akan terpesona bila melihat wanita2 seksi yang memamerkan bagian tubuhnya. Akibat selalu tertekan dengan melihat keadaan wanita seksi di mana2, maka lelaki terutama yang lemah imannya dan yang belum nikah akan mudah terjerumus untuk melakukan perbuatan keji. Saya pun heran, kerajaan tidak mengambil berat tentang wanita2 Muslim yang tidak menutup aurat dengan sebetulnya. Dalam Islam, jika seseorang wanita itu tidak menutup aurat di depan umum, wanita itu boleh dihukum. itulah yang terbaik dilakukan untuk menjauhkan terjadinya perzinaan, anak lahir diluar nikah, buang bayi dll. MENCEGAH ADALAH LEBIH BAIK DARI MERAWAT / (alwiqoyatu khoirun minal ‘ilaaj).

3.      Kajian Prof.Dr. Barbara theiring
Dalam antropologi sosial, Poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu istri atau suami. Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu : Poligini ( Seorang pria memiliki beberapa orang istri); Poliandri ( Seorang wanita memiliki beberapa orang suami ) dan Group Marriage atau Group Family ( yaitu gabungan dari poligini dengan poliandri, misalnya dalam satu rumah ada lima laki-laki dan lima wanita, kemudian bercampur secara bergantian ). Ketiga bentuk poligami itu ditemukan dalam sejarah manusia, namun poligini merupakan bentuk paling umum. Poligami ( dalam makna Poligini ) bukan semata-mata produk syariat Islam. Jauh sebelum Islam datang, peradaban manusia di berbagai belahan dunia sudah mengenal poligami. Nabi Ibrahim as beristri Sarah dan Hajar, Nabi Ya'qub as beristri : Rahel, Lea, dan menggauli dua budak/hamba sahayanya : Zilfa dan Bilha. Dalam perjanjian lama Yahudi Nabi Daud as disebut-sebut beristri 300 orang.
Dalam sejarah, raja-raja Hindu juga melakukan poligami dengan seorang permaisuri dan banyak selir. Dalam dunia gereja juga dikenal praktik poligami, Dewan tertinggi Gereja Inggris sampai abad sebelas membolehkan poligami.
Dalam Katholik sejak masa kepemimpinan Paus Leo XIII pada tahun 1866 poligami mulai dilarang. Dalam The Book of Mormon, Triatmojo, menjelaskan bahwa Penganut Mormonisme sebuah aliran Kristen, pimpinan Joseph Smith sejak tahun 1840 hingga sekarang mempraktikan bahkan menganjurkan poligami.
Bangsa Arab sebelum Islam datang sudah biasa berpoligami , ketika Islam datang, Islam membatasi jumlah istri yang boleh dinikahi. Islam memberi arahan untuk berpoligami yang berkeadilan dan sejahtera. Dalam Islam Poligami bukan wajib, tapi mubah, berdasar antara lain QS An-Nisa : 3 .
Muhammad Abduh (1849-1905 ) adalah satu dari sedikit ulama yang mengharamkan poligami, dengan alasan bahwa syarat yang diminta adalah berbuat adil, dan itu tidak mungkin bisa dipenuhi manusia seperti dinyatakan dalam QS An-Nisa : 129 ( Tafsier Al-Manar, Dar Al-Fikr, tt, IV: 347-350 ) Abduh yang mantan Syeikh Al-Azhar ini menjelaskan tiga alasan haramnya poligami : Pertama, Syarat poligami adalah berbuat adil, syarat ini mustahil bisa dipenuhi seperti dikatakan dalam QS An-Nisa : 129. Kedua, buruknya perlakuan para suami yang berpoligami terhadap para istrinya, karena mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban memberi nafkah lahir dan batin secara baik dan adil. Ketiga, dampak psikologis anak-anak hasil poligami, mereka tumbuh dalam kebencian dan pertengkaran karena ibu mereka bertengkar baik dengan suami atau dengan istrinya yang lain. ( Al-'Amal Al-Kamilah lil-imam Al-Syeikh Muhammad Abduh, Cairo, Dar Al-Syuruk, 1933 , II: 88-93 ) .
Argumen Abduh inilah yang sering diusung oleh kaum sekuler liberal, untuk menolak poligami, disamping dalih utama mereka adalah HAM dan Gender Equality ( Kesetaraan Gender ). Padahal keadilan yang mustahil bisa dilakukan manusia bukan keadilan dalam segala hal. Seperti dikatakan sahabat Ibnu Abbas ra, adalah keadilan dalam hal mahabbah dan ghirah kepada istri-istri. Yang dituntut oleh QS. An-Nisa : 3 adalah keadilan dalam memberi nafkah. " "Adil " juga tidak identik dengan " sama ". Ketika kabar Aa Gym menikah lagi dengan AlFarini Eridani muncul ke media bersamaan dengan beredarnya video mesum yang dilakukan penyanyi dangdut Maria Eva dengan Seorang anggota DPR dari Partai Golkar Yahya Zaini, reaksi keras, dan emosional dari berbagai kalangan, khususnya pengusung gerakan feminisme sekuler, lebih banyak dialamatkan kepada pelaku poligami yang dalam Islam hukumnya mubah. Sampai ada Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym (KPKAG). Presiden SBY pun seperti kebakaran jenggot, sampai harus memanggil mentri UPP Meutia Hatta dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar untuk merevisi PP !0/1983 agar tidak hanya berlaku bagi TNI/Polri dan PNS saja, tapi bisa diperluas hingga menjangkau kaum swasta. Anehnya, Baik Presiden SBY, Meutia, Nasaruddin dan mereka yang antipoligami tidak merasa resah dan prihatin atas " Poligami liar " model Maria Eva dan Yahya Zaini, yang jelas-jelas haram. Kenapa kaum feminis tidak merasa sakit hati diperlakukan seperti barang dagangan, setelah hamil dipaksa harus menggugurkan kandungannya, lantas dimana moral obligation mereka ? Mestinya yang harus diperketat dan diperberat bukan aturan poligami, tapi aturan dan hukuman bagi pelaku " Selingkuh ", atau " Teman Tapi Mesum " yang pelakunya bisa dipastikan jauh lebih banyak dari pada pelaku poligami. Aturan seperti PP 10/1983 yang melarang PNS berpoligami telah menciptakan opini umum dan pencitraan bahwa poligami seakan sebuah tindakan kriminal yang keji dan amoral yang harus diberantas sampai tuntas. Apalagi dengan persyaratan bathil yang sama sekali tidak rasional saking super sulitnya. Pada hakikatnya dengan peraturan model PP 10/1983 ini pemerintah RI telah " mengharamkan " poligami. Selain harus seizin istri pertama dan izin atasan, istri pertama haruslah : 1) Tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai istri; 2) Berpenyakit permanen; 3 ) Tidak berketurunan. Maka jangan kaget, jika pada akhirnya banyak di antara mereka yang menempuh jalan haram dan terkutuk.
Dalam Katholik Pastur termasuk Paus jangankan berpoligami, mereka menikahpun tidak. Sebuah sikap dan tradisi yang sudah dipertahankan selama hampir dua ribu tahun. Diantara alasannya karena Tuhan (Yesus) tidak menikah, maka sebagai pelayan Tuhan mereka tidak menikah. Kebanyakan kaum muslimien juga mempercayai bahwa Nabi Isa as tidak menikah. Menurut pandangan banyak kristolog, keyakinan itu lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran Katholik tadi. QS. Ar-Ra'du : 38 yang menyatakan bahwa Allah telah mengutus banyak Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw. dan telah memberikan kepada para Nabi dan Rasul itu istri dan keturunan, tak terkecuali Nabi Isa as. Dan Brown dalam bukunya The Davinci Code menyebut nama Maria Magdalena sebagai istri Yesus, yang ketika (orang yang diserupakan) Yesus disalib, ia sedang hamil tua. Kemudian atas bantuan paman Yesus bernama Yosep dari Arimatea ia dibawa keluar dari Yarusalem menuju Prancis. Ia dititipkan pada sebuah keluarga Yahudi . Ia melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian diberi nama Sarah. Setelah Sarah dewasa ia menikah dengan seorang bangsawan Prancis. Dari pernikahan dua bangsawan ini melahirkan sebuah marga bangsawan baru yang dikenal dengan nama Merovingian.
Mereka sampai hari ini masih mempertahankan sebuah aliran gereja bernama Churh of Sion yang pemuka agamanya adalah perempuan, meneruskan kepemimpinan Maria Magdalena. Seorang sejarawan dan pakar theology dan Al-Kitab bernama Prof Dr Barbara Theiring dari Sidney, Australia, yang selama 20 tahun mendalami Naskah Laut Mati, yakni sebuah naskah tua Injil tertua yang ditemukan di laut Mati, dalam buku yang kemudian ditulisnya "Jesus The Man" berkesimpulan bahwa Yesus itu bukan hanya menikah tapi juga berpoligami.
Upacara pernikahan Yesus oleh pihak gereja sengaja dikaburkan. Dalam injil Lukas 7:37-38 dijelaskan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakinya, lalu membasahi kakinya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakinya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ini adalah upacara pernikahan bangsawan Yahudi. Dalam Injil dikaburkan seolah-olah Maria Magdalena adalah seorang perempuan pendosa yang datang meminta ampun kepada Yesus. Menurut Barbara seorang perempuan mencium laki-laki yang bukan muhrimnya dalam agama Yahudi hukumannya adalah hukuman mati. Tapi kenapa Maria Magdalena tidak dihukum ? Karena ini merupakan upacara pernikahan Yesus.

Prof . Dr . Barbara Theiring dalam bukunya Jesus and The Riddle of The Dead Sea Scroll, Harper San Fransisco, 1992, menjelaskan kronologi perkimpoian Yesus. Perkimpoian pertama (kimpoi gantung) dengan Maria Magdalena diselenggarakan pada hari Jum'at 22 September 30 M pukul 18.00 di Ain Feskhah (Palestina). Perkimpoian kedua ( Pesta Walimah ) dengan Maria Magdalena berlangsung pada 19 Maret 33 M pk. 24.00 di Ain Feskhah. Yesus juga menikah dengan istri kedua bernama Lidya pada malam Selasa 17 Maret 50 M. Jika semua ini benar, maka tidak ada alasan bagi Pastur termasuk Paus untuk tidak menikah.

4.      Jesus the Man : Prof barbara Theiting
Prof barbara Theiting dalam bukunya Jesus The Man dengan jelas mengatakan bahwa Jesus poligami dan tidak hanya itu injil Filipus yang Apokrib juga mengatakan bahwa Yesus Pernah menikah ..! untuk lebih jelasnya silahkan anda baca posting saya mengenai Yesus Poligami ...! disini jelas sekali kamu tidak bisa membantah satupun argumen saya..! dan tentang poligami silahkan anda baca dibawah : Alqur'an memperbolehkan praktek poligami terbatas Mari kita lihat dalam Alqur'an surat an-Nisaa' ayat 3 yang artinya: [4.3] Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. Sebelum Alqur'an diturunkan, sama sekali tidak ada batasan tentang kepemilikan istri, banyak dari kaum pria berlomba mempunyai banyak istri bahkan ada yang mencapai ratusan. Islam memperbolehkan seorang laki-laki menikah sebanyak satu, dua, tiga, atau empat sekaligus dengan syarat ia harus berbuat adil terhadap istrinya, pada surat yang sama, dalam surat an-Nisaa' 129 menyatakan: [4.129] Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Oleh karena itulah poligami bukanlah suatu hukum akan tetapi sebuah pengecualian, banyak kalangan masyarakat yang salah mengerti dengan ayat itu, mereka beranggapan bahwa ayat itu merupakan kewajiban setiap muslim. Secara umum islam mempunyai lima kategori hukum:
1.      Fardu yang artinya kewajiban
2.      Mustahab yang artinya disunahkan atau dianjurkan.
3.      Mubah yang artinya diperbolehkan.
4.      Makruh yang artinya tidak dianjurkan.
5.      Haram yang artinya dilarang.
Dan poligami berada pada urutan hukum yang paling tengah yaitu Mubah atau diperbolehkan. Hal ini tidak bisa diartikan bahwa islam seorang islam yang mempunyai istri dua, tiga, atau empat lebih baik derajadnya daripada yang mempunyai istri satu. Rata-rata Jumlah Wanita Lebih Banyak Daripada Pria Secara ilmiah pria dan wanita dilahirkan dengan tingkat rasio yang sepadan. Seorang anak perempuan lebih memiliki imunitas (kekebalan tubuh) daripada seorang pria. Disamping itu seorang anak perempuan lebih bisa memerangi hama penyakit daripada anak laki-laki. Dengan alasan inilah jumlah anak laki-laki yang meninggal jauh lebih banyak dibandingkan anak perempuan Pada masa perang dunia, banyak korban jatuh dari kalangan pria dibanding wanita dengan kata lain jumlah korban jatuh yang diakibatkan oleh perang dan penyakit lebih banyak dari kaum pria daripada wanita. Jadi jumlah wanita secara otomatis lebih banyak dari pada pria, dan catatan menyebutkan bahwa lebih banyak jumlah janda daripada duda diseluruh dunia. Andaikata saudari saya termasuk wanita yang tidak bisa menikah karena kehabisan pria, maka hanya ada 2 pilihan yang tersisa baginya adalah menikah dengan pria yang sudah beristri atau memilih menjadi property publik. selain itu tidak punya pilihan lagi. Hanya bagi mereka yang bisa menerima keadaan dan berbesar hati yang selamat dari kondisi ini. Sebagian besar wanita tidak akan merelakan suami mereka kepada wanita lain. Tapi dalam Islam, jika dalam keadaan terpaksa, seorang Muslimah akan rela menahan emosi personalnya untuk mencegah terjadinnya masalah yang lebih besar seperti membiarkan saudari mereka menjadi properti public


6.     Saulus / Paulus Penyeleweng Ajaran Yesus
Paulus adalah suatu nama yang amat penting apabila bercakap tentang Kristian. Kerana nama Kristian itu sendiri dicetuskan oleh Paulus. Maka tidak ada alasan mengapa kita tidak perlu berbicara tentang Paulus / Paul itu. Kerana ayat-ayat ajarannya di dalam Bible begitu menyeleweng dari ajaran sebenar yang disampaikan oleh Yesus / Nabi Isa a.s. Mari kita telusuri serba sedikit tentang sejarah siapa itu Paulus. Paulus berasal dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi / Rome dan Yunani ke atas bangsa Palestine. Ayahnya merupakan seorang Yahudi manakala ibunya adalah Yunani, sehingga pelajaran tentang agamanya diperolehi dari gabungan kepercayaan Yahwe dan Helenisme. Adalah dicatatkan bahawa Paulus tidak disayangi oleh ayahnya , maka dia telah memusuhi ayahnya termasuklah kepada bangsa dan agama ayahnya. Kerana itulah dalam ajaran-ajaran Paulus, beliau mencuci bersih orang-orang Yahudi sehingga kepada Taurat mereka sekali. Ajaran-ajaran Paulus adalah sejumlah 14 surat yang terkandung dalam Perjanjian Baru iaitu ; Matius , Markus, Lukas, Yohanes, Kisah, Roma, 1Korintus, 2Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1Tesalonika, 2Tesalonika Dan mari kita tengok kata asal Kristian itu dari Bible dalam Surat Galatia
Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.” Perkataan Kristus itu dalam bahasa Indonesia manakala dalam English nya seperti ayat di bawah 016: Knowing that a man is not justified by the works of the law, but by the faith of Jesus Christ, even we have believed in Jesus Christ, that we might be justified by the faith of Christ, and not by the works of the law: for by the works of the law shall no flesh be justified.
Itulah puncanya diambil perkataan Christian, yang dalam bahasa Melayunya Kristian. Dan kata2 siapakah itu? Tidak lain tidak bukan PAULUS yang Kristian agung2 kan itu.
Sedangkan mengikut pakar sejarah, Paulus bukan pun anak murid Yesus malah tidak pernah bertemu Yesus pun. Malah apa yang dia lakukan adalah berkepentingan kepada kerajaan Rome, yang mahu menjaga hati rakyat dan bagi rakyat mengikut dan mentaati mereka. Setelah ketiadaan Yesus, Paulus mengaku bertaubat dan mengaku sebagai Rasul. Padahal Yesus sendiri tidak pernah memperkatakan tentang dirinya dan tidak pernah mengenalinya. Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang ‘Lukas’ yang diberi nama ‘Kisah Para Rasul’.
Lukas ialah doktor peribadi kepada Paulus. Oleh kerana itu, ajaran-ajaran dalam surat Lukas juga adalah dipengaruhi oleh ajaran Paulus. Ini dapat dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenali. Matius menulis Injilnya berdasarkan juga kepada Ur Markus, jadi Matius pun juga menciplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada. Paulus tidak pernah bertemu Yesus tetapi mengatakan bahawa kitab yang dia tulis itu adalah diterimanya sendiri dari yesus. Seperti ayat di bawah dalam surat Galatia; Galatia 1:12 “ Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” Di sini terdapat kekeliruan tentang Injil yang mana yang dia terima. Jika maksudnya adalah Injil Kanonik yang ditulis oleh 4 penulis itu, maka ianya bersalahan sekali dengan fakta. Kerana keempat-empat penulis itu menulis setelah lama Yesus diangkat ke langit. Mereka tidak menulis ketika Yesus masih ada. Dan sebagaimana yang ditulis dalam keempat injil Kanonik, bahawa Yesus diutus oleh Allah S.w.t untuk menyampaikan ajaran kepada umat sesat Israel. Bagaimana mungkin Paulus menerima WAHYU dari Yesus dan menjadi rasul sedangkan Yesus sendiri adalah seorang Rasul Allah. Dan lihatlah lagi dalam ayat-ayat berikutnya yang kononnya dia telah dilantik oleh Yesus untuk melaksanakan ajarannya Galatia 1:14 “Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.” Galatia 1:15 “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,”
Galatia 1:16 “berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;”
Galatia 1:17 “juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.”
Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Manakala penyelewengannya yang lain dalam Korintus
Korintus 8:6 “namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”
Perkataan Christ / Kristus itu hanya dimulai oleh PAULUS. Tidak pernah wujud pun pada zaman Yesus masih ada di muka bumi ini. Dan menurut ayat itu juga bahawa Yesus itu adalah Tuhan. Padahal Yesus / Isa a.s hanyalah seorang Rasul ALlah, dia hanya menyampaikan WAHYU dari ALLAH. Dan dalam Injil-injil Kanonik sendiri menyatakan bahawa Yesus hanyalah Rasul Allah kepada umat Israel.
ULANGAN 4:35 “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. “
MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Paulus juga telah mengubah HUKUM bersunat, yang mana dia mengatakan bersunat tidak penting
1 KORINTUS 7:19 “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.” Ianya berbeza sama sekali dengan perjanjian lama
KEJADIAN 17:14 “Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
Mari kita pergi secara ringkas tentang penebusan dosa pula, seperti mana yang diajar oleh PAULUS,
GALATIA 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””
Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Dan penebusan dosa itu adalah BERTENTANGAN sama sekali dengan kandungan Taurat / Perjanjian Lama
YEHEZKIEL 18:20 “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”
MARKUS 10:14 “Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).”
Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan syurga, yang bererti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Sama dengan konsep dalam Islam yang di ajar oleh Nabi Muhammad S.a.w. Ini lah yang dikatakan bahawa Muhammad juga membawa ajaran yg sama dengan Yesus, tetapi PAUL telah menodainya.
Dan ayat yang paling mengarut dari PAULUS yang boleh menimbulkan salah faham banyak pihak
KORINTUS 6:12 “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”
Ini lah yg menular banyak ke dalam fahaman barat dari dulu hingga sekarang, yang mana sudah banyak bercelaru, kerana terlampau banyak perkara HARAM menjadi HALAL. Apa lagi jika bukan kerana PAULUS yang mereka cipta agama baru yang bernama KRISTIAN??
Berikut merupakan beberapa lagi ajaran Paulus yang ternyata menyeleweng dari ajaran Yesus;
I Korintus 1:3 “Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak.”
“Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan, bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan nabi besar Muhammad s.a.w.” Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4 Paulus mengajarkan bahawa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahawa hukum Musa adalah sebenarnya sumber segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10, Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahawa Yesus itulah penyudah atau penamat Taurat. kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)
Pengakuan tentang apa bangsa Paulus sendiri bercanggah-canggah antara satu sama lain. Sekejap Paulus kata dia adalah orang Rom, sekejap dia kata orang Yahudi dan pada ayat yang lain pula dia mengatakan bahawa dia orang Farisi / Parsi. Mari kita lihat ayat-ayat berikut;
Kisah 16:38 “ Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rom, maka takutlah mereka.”
Kisah 22:3. “”Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.”
Kisah 23:6. Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”
Ketahuilah bahawa Paulus lah yang mencetuskan konsep Trinity dan Kristian. Trinity tidak akan wujud tanpa Paulus kerana dia lah orang yang bertanggungjawab mengangkat Yesus sebagai Tuhan dan kemudiannya diimani oleh sebahagian besar pengikut Kristian. Mereka semua menjadi mangsa penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Paulus.------------------------------------------------
Pada usia 33, Yesus telah mengalami hukuman mati. Yang kemudian ‘terburuk’ kematian. Hanya penjahat terburuk bisa mati seperti Yesus. Yesus dan dengan hal-hal yang terburuk, karena tidak semua penjahat mengalami maut dapat menerima paku di tangan dan kaki.
Tentu saja, paku paku besar …! Setiap 15 20 cm panjang, dengan jalur 6 cm. Lain adalah jalur tajam.Paku yang telah craved ke pulses, dan tidak ke dalam telapak tangan, seperti yang kita digunakan untuk mendengar. Dalam denyutan, ada urat daging yang membentang sampai tersinggung, dan bila paku dipagari hammered, urat daging yang rusak, menurut Yesus untuk memperkuat otot dari semua itu, sehingga ia bisa nafas sebagai Dia loosing semua udara dari itu paru-paru.
Dengan cara ini, Dia dipaksa untuk mendukung sendiri ke kuku craved di kakinya, yang lebih besar dibandingkan craved ke dalam pulses, untuk kedua kaki yang craved bersama. Dan, sebagai kakinya tidak dapat bertahan lama untuk waktu tanpa cemerlang, Yesus dipaksa untuk alternatif yang ’siklus’ agar Dia bisa nafas.
Yesus memikul kenyataan bahwa lebih dari 3 jam. Ya, selama 3 jam! Lama, bukan? Dia beberapa menit sebelum meninggal, Yesus tidak pendarahan lagi. Dia hanya menuangkan air dari potongan dan hole. Bila kita bayangkan Dia terluka, kami hanya gambar-Nya dengan cedera, tetapi tidak cukup; luka-Nya adalah benar hole, yang dibuat di tubuhnya. Dia tidak lebih darah ke darah, Dia hanya dituangkan air. Tubuh manusia terdiri dekat dengan 3,5 liter darah (untuk dewasa).
Yesus dicurahkan semua 3,5 liter darahnya; Dia hammered tiga paku ke dalam anggota; sebuah mahkota duri itu dan pada, diluar itu, yang tentara Romawi yang dibuat dgn tombak ke dalam dada. Semua ini tanpa menyebutkan kehinaan yang Dia lulus setelah membawa sendiri untuk lintas hampir 2 kilometer, sementara gerombolan muka tamparan pada throwed dan batu (salib hampir 30 kg berat, hanya untuk bagian yang lebih tinggi, di mana ia telah dibuat dgn tangan).
Yesus harus lulus semua pengalaman ini, sehingga Anda dapat memiliki akses bebas kepada Allah.
Sehingga Anda dapat dosa ‘dicuci’. Semua dari mereka, tanpa pengecualian! Jangan mengabaikan situasi ini. Dia mati UNTUK ANDA!. Untuk Anda, yang sekarang ini membaca e-mail. Jangan percaya bahwa Ia hanya mati untuk orang lain (orang-orang yang pergi ke gereja atau untuk gembala, uskup, dll). Ia mati untuk Anda! Sangat mudah untuk lulus lelucon bodoh atau foto melalui e-mail, tetapi ketika datang kepada Tuhan, kadang-kadang anda merasa malu untuk maju ke orang lain karena Anda khawatir tentang apa yang mereka boleh berpikir tentang moral.
Menerima kenyataan, bahwa kebenaran YESUS adalah SALVATION HANYA UNTUK WORLD. Allah memiliki rencana untuk Anda, semua teman-teman Anda menunjukkan apa yang Dia berpengalaman untuk menyelamatkan Anda. Sekarang pikir ini! Semoga Tuhan memberkati hidup Anda! 60 detik dengan Allah … Selama 60 detik, meninggalkan apa yang Anda lakukan dan merebut peluang ini! Mari kita lihat jika setan dapat menghentikan ini. Yang perlu anda lakukan adalah:
1.      Cukup berdoa untuk orang yang dikirim pesan ini untuk Anda: Tuhan, lebih baik Anda mengetahui kehidupan _________. Saya meminta Anda untuk memberkati dia dalam semua realms dan membuat dia Kesejahteraan. Jaga keluarga, dia kesehatan, dia bekerja dan semua dia rencana untuk tahun ini. Memimpin dia tidak menjadi cobaan, tetapi memberikan dia dari kejahatan. Yesus dalam ‘nama, mobilnya.
2.      Then, mengirim pesan ini ke 10 orang.
3.      Setelah, 10 orang akan berdoa untuk Anda dan Anda akan membuat banyak orang yang berdoa kepada Allah bagi orang lain.
4.      Pikirkan sejenak dan menghargai kuasa Allah dalam hidup Anda, untuk melakukan apa yang Dia pleases. Jika anda tidak malu dalam melakukan ini, silakan, Yesus’ petunjuk. Dia berkata (Matius 10:33): “Tetapi barang siapa yang akan mendustakan aku di depan manusia, Aku juga dia akan menolak sebelum saya Bapa yang di sorga ‘.
Jika anda tidak malu, kirim pesan ini … Hanya jika Anda percaya kepada-Nya. Ya, saya kasih Tuhan. Dia adalah sumber kehidupan saya dan saya penyelamat. Dia mengisi hidup dan malam hari. Tanpa-Nya, saya tidak ada, tetapi dengan-Nya “Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang strengtheneth me ‘. Filipi 4:13.*********************************
JAWABAN;
Dalam Injil dijelaskan bahwa “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas” (Yoh 19:14).
Istilah paskah berasal dari bahasa Ibrani dari kata “pesah” yang berarti “melewati”. Menurut perjanjian lama sebenarnya dilaksanakan sebagai peringatan pembebasan bangsa Israel dari bangsa Mesir, yang pada saat itu anak-anak sulung orang mesir dibunuh, tetapi pintu-pintu rumah orang Ibrani “dilewati”, karena ambang atas dan kedua tiang pintu rumah mereka disapu dengan darah kambing domba (Kel 12: 23 – 28).
Sedangkan dalam perjanjian baru, Yesus lah yang disebut-sebut “anak domba bukit paskah” (1 Kor 5: 7).
Dengan demikian menurut keyakinan Kristen Yesus harus disalib untuk menebus dosa umatnya. Dalam perkembangan selanjutnya gereja mengatakan bahwa paskah adalah hari “Kebangkitan Yesus”.
Dalam persiapan paskah kira-kira jam dua belas, Pilatus selaku Gubernur Romawi, memutuskan untuk menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi, agar disalib di bukit Golgota (bukit tengkorak). Maka Yesus dipaksa memanggul salib ke bukit Golgota. Setelah sampai di bukit Golgota (Matius 27:26), kira-kira jam tiga sore berserulah Yesus dengan suara nyaring “Eli, Eli lama sabaktani” yang artinya “Tuhanku, Tuhanku mengapa engkau meninggalkan aku ?”.
Hari itu adalah hari persiapan paskah dan besoknya adalah hari Sabat (hari Sabtu), bagi umat Yahudi hari Sabat merupakan hari yang suci dan Tuhan berhenti bekerja pada hari tersebut, sehingga orang Yahudi dilarang bekerja apapun (Kel 20: 8 – 11), termasuk melakukan penyaliban dan orang yang bekerja pada hari itu harus dihukum mati (Kel 31: 12 – 14). Sehingga waktu yang tersisa untuk meyelesaikan penyaliban, sebelum memasuki hari Sabat yaitu tinggal 2,5 – 3,5 jam (pergantian waktu menurut tradisi Yahudi adalah terbenamnya matahari).
Terdesak oleh waktu dan untuk mempercepat proses kematian orang-orang Yahudi ingin segera memastikan kematian dengan cara “mematahkan kaki”, yaitu meremukkan kaki dengan batas tempurung ke bawah.
“Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan”. (Yoh 19: 31).
Tetapi giliran Yesus, para serdadu romawi ternyata tidak mematahkan kakinya, sebab mereka menyangka Yesus telah mati.
“Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya” (Yoh 19: 33).
“Pilatus heran saat mendengar bahwa Yesus sudah mati maka ia memanggil kepada serdadu dan menayakan kepadanya benarkah Yesus sudah mati” (Markus 15: 44).
Benarkah Yesus telah mati di kayu salib, berdasarkan catatan sejarah dan tinjauan sains, umumnya orang yang di salib baru mengalami kematiannya, minimal 2 hari. Kematian tersebut bisa terjadi karena :
1.      Infeksi, dipakunya tangan dan kaki pada kayu membuka peluang masuknya kuman kedalam tubuh, dan akan meyebar keseluruh tubuh. Proses kematian karena infeksi akan berlangsung 2 – 3 hari.
2.      Kematian di salib terjadi karena kelaparan dan kehausan. Proses ini biasanya berlangsung 6 – 7 hari.
Dengan demikian waktu 1 hari tidaklah cukup untuk membuat Yesus meninggal di kayu salib. Disisi lain karena mengira Yesus sudah mati itulah seorang prajurit menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air (Yoh 19: 34). Mungkinkah orang yang sudah mati mengalirkan darah karena terkena tikaman ?. Penelaahan yang sermat dan objektif terhadap ayat-ayat alkitab diatas membuktikan bahwa saat itu Yesus belum meninggal. Ia hanya pingsan dan kondisi pingsan itulah yang dilihat para serdadu sebagai kondisi mati.
Berikut ini adalah penjelasan alkitab berkaitan dengan peristiwa-peristiwa setelah Yesus dianggap mati di kayu salib.
“Sesudah itu Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi–meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu”. (Yoh 19: 38) “Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya”. (Yoh 19: 39)
“Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat”. (Yoh 19: 40)
“Yusuf pun membeli kain lenan kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu”. (Markus 19: 46)
“Setelah lewat hari Sabat Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus”. (Markus 16: 1)
Secara kronologis, ayat-ayat di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Hari Jumat sebelum masuk waktu Sabat (sebelum magrib) Yusuf dari Arimatea membawa Yesus kekuburnya.
2. Malam harinya, Nikodemus datang kekubur dengan membawa campuran minyak mur dan gaharu lalu mengkafani Yesus dengan kain kafan.
3. Ahad pagi hari Maria Magdalena dan kawan-kawan membawa rempah-rempah kekubur untuk meminyaki Yesus.
Mengapa Maria Magdalena datang kembali ke kubur untuk meminyaki Yesus padahal sebelum sudah diminyaki oleh Yusuf dan Nikodemus. Kedatangannya itu sebenarnya untuk mengobati luka Yesus karena Yesus belum meninggal.
Menurut kepercayaan umat Kristen, Yesus dibangkitkan tiga hari setelah kematiannya di kayu salib.(Yesus meninggal hari Jum’at, bangkit hari ahad). Jika demikian Yesus dikubur bukan tiga hari lamanya seperti keyakinan umat Kristen tetapi hanya satu hari (hari Sabtu) dua malam (malam Sabtu dan malam Minggu).
Kebangkitan termasuk doktrin utama bagi umat Kristen. Paulus mengatakan “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosamu”. (1 Kor 15:17).
Jika Yesus dibangkitkan lalu dalam bentuk apa ia dibangkitkan, dalam bentuk jasmani seperti manusia pada umumnya atau dalam bentuk roh. Pertanyaan ini terjawab berdasarkan ayat dalam alkitab “Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri ditengah-tenga mereka dan berkata kepada mereka : “Damai sejahtera bagi kamu !”. (Luk 24: 26)
“Lihatlah tanganku dan kakiku : aku sendiri inilah, rabahlah aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kau lihat ada padaku. Sambil berkata berkata demikian, ia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah ia kepada mereka : “Adakah padamu makanan disini ?”. Lalu mereka memberikan kepadanya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mereka”. (Luk 24: 39 – 43)
Dari penjelasan ayat tersebut di atas dapat diketahui bahwa ketika itu murid-murid Yesus sedang bercakap-cakap tentang kematian Yesus, namun tiba-tiba datang Yesus. Melihat kedatangan Yesus murid-muridnya ketakutan apakah benar orang yang ada dihadapan mereka adalah Yesus atau hantu. Untuk membuktikan hal tersebut lalu Yesus berkata agar murid-muridnya melihat tangan dan kakinya, dan kemudian Yesus memerintahkan agar mereka meraba tubuhnya. Karena murid-murid Yesus masih belum yakin kalau orang yang ada dihadapan mereka adalah Yesus maka untuk pembuktian lebih lanjut Yesus meminta makanan dan kemudian memakannya dihadapan murid-muridnya tersebut. Secara logika jika Yesus bangkit sebagai Roh (spiritual body) maka dia tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba dan tidak membutuhkan makanan.
Sedangkan apa yang dilakukan oleh Yesus pada ayat tersebut menggambarkan bahwa Yesus pada saat itu bukanlah roh, tetapi manusia. Jika dikatakan Yesus dibangkitkan bukan dalam bentuk roh tetapi manusia, hal ini tentu bertentangan dengan alkitab sendiri yaitu “ Sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan”. (Luk 20: 36).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap manusia yang mati akan dibangkitkan dalam bentuk roh (spiritual body) karena sama seperti malaikat yang tidak butuh makan. Sehingga dengan sendirinya keimanan umat Kristen selama ini tentang kebangkitan Yesus adalah sia-sia karena Yesus tidaklah dibangkitkan.
Disisi lain berita tentang kematian Yesus di kayu salib tidaklah di lihat langsung oleh murid-muridnya, tetapi hanya didengar melalui perkataan-perkatan orang saja. Artinya tidak ada saksi yang lihat dan yang hanya ada saksi dengar, Sebab menurut alkitab apabila Yesus mendapat kesulitan maka murid-muridnya lari meninggalkan dia. “Lalu semua murid-murid meninggalkan dia dan melarikan diri” (Matius 26: 56).
Yesus telah wafat Adalah merupakan akidah Kristen bahwa Yesus telah mati diatas kayu salib menebus dosa mereka. Dr. Zwimmer menulis dalam “Rahasia Ajaib” bahwa Yeremiah diikat dengan tali lalu dibuang dalam sumur yang dalam, namun diselamatkan oleh Allah”. Demikian pula Allah telah menyelamatkan tiga orang teman Daniel ketika mereka diikat dan diseret untuk dimasukkan dalam tanur yang sedang menyala-nyala (hal 67). Seperti itu pula orang-orang Yahudi ingin membunuh Yesus diatas kayu salib supaya terbukti bahwa ia terkutuk. Tetapi Allah swt manyelamatkannya dari kematian terkutuk itu, bahkan menjadikannya orang mulia. Singkatnya kematian Yesus di atas kayu salib tidak terbukti secara meyakinkan. Berikut dalil-dalil yang menjadi bahan pertimbangan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib seperti berikut:
Pertama, Taurat mengatakan tentang pendusta yang mengaku jadi nabi: “Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap Tuhan, Allahmu…” (Ulangan 13:5). Lalu Taurat mengatakan: “Apabila seseorang berbuat dosa…terkutuk oleh Allah” (Ulangan 21: 22, 23). Almasih (Yesus) jelas menyatakan dirinya seorang nabi, sedang orang-orang Yahudi menganggapnya pendusta. Seandainya, kita katakan orang-orang Yahudi menaikkannya diatas kayu salib dan mati diatas kayu salib tersebut maka kesimpulan logisnya ialah dia memang benar mati terkutuk diatas kayu salib (naudzubillah). Karena itu, maka orang-orang Kristen menganut akidah kematian Isa Almasih diatas kayu salib dan mempercayainya terkutuk. Dikatakan: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada salib!” (Galatia 3:13). Itikad Kristen ini salah sekali karena menarik kesimpulan Almasih (Yesus) tidak benar (naudzubillah) dalam pengakuannya sebagai nabi, malahan dusta dan mengada-ngada. Singkatnya, kematiannya diatas kayu salib itu menafikan atau membohongkan sesuai dengan rencana orang-orang Yahudi. Akan tetapi Almasih (Yesus) itu orang benar; oleh sebab itu akidah kematian diatas salib itu hanya hikayat belaka.
Kedua, Menurut pandangan Kristen, kematian Yesus di kayu salib itu adalah “suatu keharusan” karena melalui cara aneh ini dosa mereka tertebus. Menurut segi pandang injil, untuk meraih najat (keselamatan) kematian Almasih di atas kayu salib itu tidak diperlukan. Almasih mengatakan: “Di dunia ini anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” (Matius 9:6). Keterangan Almasih ini diberikan ketika dia masih hidup. Jelas bahwa untuk menebus dosa, kematiannya diatas kayu salib bukanlah suatu keharusan.
Ketiga, Orang Kristen megatakan, yesus terbunuh untuk menyelamatkan mereka agar menjadi penebus dosa mereka. Kalau tidak mati di salib berarti kabar suka dari Paulus dan kepercayaan orang-orang Kristen akan menjadi sia-sia. memang benar Yesus tidak mati diatas kayu salib dan Kematian diatas salib itu bertentangan dengan kehendak Allah dan dengan misi yang diembannya. Allah sendiri menyatakan:
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran” (Hosea 6:6). dan: “Pergilah dan pelajarilah arti firman ini: ‘Yang kukehendaki ialah belas kasih dan bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Matius 9:13)
Jelas Allah menghendaki kasih sayang, bukan kurban, untuk memperoleh kasih sayang-Nya jalan satu-satunya ialah bertobat, yang untuk itu Yesus menyeru sepanjang hidupnya. Tidak ayal lagi kalau yesus mati di kayu salib, kematian demi menebus dosa manusia adalah berlawanan dengan kehendak Allah dan dengan kedudukan Yesus sendiri.
Keempat, Dalam Injil Matius dikatakan: “Jawaban nya kepada mereka: ‘Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” (Matius12:39, 40)
Untuk mengetahui apakah Nabi Yunus tetap hidup dalam perut ikan atau maati, bacalah kata-kata Kitab Yunus yang mengatakan:
“Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya. Bedoalah Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam perut ikan hiu” (Yunus 1:17 dan 2:1)
“Yesus telah memberikan contoh, mukjizat Nabi Yunus sebagai pegangan bagi keturunannya dan ini jelas Yunus masuk perut ikan dalam keadaan tetap hidup, tinggal dalam perut ikan juga dalam keadaan hidup keluar dalam keadaan hidup. Karenya Yesus juga harus dimasukkan ke dalam liang kubur dalam keadaan hidup, tinggal didalamnya hidup-hidup dan dikeluarkan juga hidup-hidup. Kalau tidak, janji Yesus dan satu-satunya mukjizat menjadi sia-sia. Hanya ada dua jalan bagi orang-orang Kristen; mengingkari kematian Yesus di kayu salib dan mempercayai bahwa dia diselamatkan dari kematian di kayu salib itu hidup-hidup, sesuai dengan kepercayaan umat islam. Dalam keadaan seperti ini nubuatan Almasih tetap genap dan akan terbukti pula mukjizatnya.
Atau, tetap menganut akidah kematiannya diatas kayu salib dan ini berarti mereka membantah mukjizat tersebut. Tetapi perlu diingat bahwa menerima kepercayaan ini berarti nubuatan-nubuatan Yesus harus dikorbankan karena dia mengaitkan persamaan dengan mukjizat Yunus. Karena itu adalah tepat bila dikatakan bahwa Almasih sekali-kali tidak mati di atas kayu salib.
Kelima, Ketika Yesus mengetahui tentang kisah salib dan niat jahat orang-orang Yahudi, menurut Lukas: “Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira seperlemparan batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa, katanya: ‘Ya bapaku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi’. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kapadaNya” (Lukas 22:41-43).
Almasih mendoa dengan segala kerendahan hati agar dia diselamatkan dari maut yang hina dan mengerikan. Cawan itu adalah cawan maut. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah doa Yesus ini didengar atau tidak? Kalau didengar, kepercayaan bahwa dia mati di atas selib berarti batal. Sebaliknya kalau tidak didengar berarti diragukan apakah dia benar atau tidak, karena di dalam kitab Amsal dikatakan: “Tuhan itu jauh daripada orang Fasik, tetapi doa orang benar didengarnya” (Amsal 15:29) Yang sebenarnya adalah Allah swt mendengar ratap tangisnya , sesuai dengan kebiasaan dan sunnah-Nya. Almasih pasti diselamatkan dari kematian dia atas kayu salib yang terkutuk itu.
Keenam: Dalam “surat Kepada Orang Ibrani” dikatakan: “Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena keselahenNya ia telah didengar” (Ibrahinm 5:7)
ini adalah nubuatan dan keterangan kejadian yang sebenarnya. Nubuatan ini membenarkan ayat dalam Amsal seperti berikut: “Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek” (Amsal 10:27).
Nubuatan ini tidak dapat menjadi genap kecuali kita mengakui bahwa Yesus telah diturunkan dari tiang salib dalam keadaan hidup. Adalah disebabkan kabar suka ini Yesus tetap tenang-tenang saja sampai saat-saat terakhir, karena dia yakin tidak akan mati di atas tiang salib. Karena itu, ketika merasa kesakitan di tiang salib dia mengaduh: “Tuhanku, mengapa kau tinggalkan daku.” Dia mengingatkan Tuhan akan janjiNya; karena Allah selalu memenuhi janjiNya, maka menyelamatkan Almasih dari kematian diatas tiang salib. Orang melihat di dalam keadaan tidak sadar maka dikira mati, lalu ia diturunkan.
Ketujuh, Dari Injil dapat kita mengetahui bahwa Allah telah menyediakan sarana-sarana luar biasa demi menyelamatkan Yesus dari cengkeraman maut. Diantaranya ada kejadian-kejadian ajaib digambarkan dalam kitab-kitab Injil. Satu diantaranya Tuhan telah memperlihatkan mimpi kepada idteri Pilatus, lalu dia meberitahukan kepada suaminya:
“Jangan engkau campuri perkara orang benar itu, sebab karena dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam” (Matius 27:19)
tampak disini, Allah menghendaki supaya Almasih diselamatkan dari maut. Siapa yang bisa membendung iradah ilahi.
Kedelapan: Injil Matius menerangkan bahwa Almasih itu gembala Bani Israel.
“Dari padamulah akan bankit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel” (Matius 2:6)
Almasih juga mengatakan: “Aku diutus hanya kepda domba-domba yang hilang dari umat Israel (Matius 15:24)
Ketika Almasih datang orang-orang suku-suku yahudi tersebar dimana-mana, diluar tanah airnya, dan “domba-domba keluarga Israel telah hilang.” Adalah kenyataan orang-oang Yahudi itu tersebar dari India sampai ke Ethiopia:
“Pada waktu itu juga dipanggillah para prajurit raja, dalam bulan yang ketiga-yakni bulan Siwan-pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan Mordekhai dituliskan surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah dari India sampai Ethiopia, seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah bangsa menurut bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya” (Ester 8:9) Kalau saja kita terima bahwa Yesus mati di atas salib dalam umur tiga puluh tiga tahun dan selesai masalahnya, berarti bahwa misinya sia-sia. Yang benar adalah Yesus telah diturunkan dari tiang salib dalam keadaan hidup dan dia menyampaikan pesan-pesan kepada berbagai suku dimana-mana. Kesembilan: Almasih seraya mencela orang-orang Yahudi, mengatakan: “Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh diantara tempat kudus dan mezbah” (matius 23:55) Sekiranya Yesus juga dibunuh diatas kayu salib oleh Orang Yahudi dan darahnya juga mengalir, niscaya dia sebut dan dijadikan kata pemutus. Tetapi dengan tidak menyebut hal itu, Yesus memang tidak bakal mungkin dibunuh oleh orang-orang Yahudi di atas kayu salib. Menyebut darahnya sendiri seharusnya diutamakannya.
Kesepuluh, Di dalam kitab-kitab injil yang lebih banyak dikemukakah adalah kata-kata ALmasih tentang penderitaan-penderitaannya. Sebelum kejadian itu terjadi dan mengatakan
1. “Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga anak Manuasi akan menderita oleh mereka” (Matius 17:12).
2. “sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke satu ujung langit yang lain, demikian pula-lah kelak halnya Anak manusia pada hari kedatanganNya. Tetapi ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini” (Lukas 17: 24,25)
3. “Aku sangat rindu makan paskah ini bersama sama dengan kamu, sebelum aku menderita” (lukas 22:15)
Sesusah kejadian peristiwa salib, dia mengatakan: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatiku, sehingga kamu tidak percaya atas segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemulian-Nya?” (Lukas 24: 24, 26)
Dari kata yang jelas diatas menadi jelas seterang matahari bahwa Almasih hanya harus memikul penderitaan; sesudah itu akan memperoleh keselamatan, dan tak akan mengalami maut diatas kayu salib. Sebutan tentang kematian dan pembunuhan lebih bersifat kutipan-kutipan. Adapun kata mati yang disebutkan dalam berbagai riwayat dikemukakan secara berlebih-lebihan. Kedua keterangan dapat diterapkan begini: memikul penderitaan yang keras disebut juga sebagai maut. Paulus mengatakan: “Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. ( I Korintus 15:31 )--------------------------------------------------------------

7.     MARIA MAGDALENA
Salah satu misteri dalam Alkitab adalah kisah Maria Magdalena. Siapa sebenarnya dia? Apakah Maria Magdalena adalah seorang pelacur? Ataukah dia seorang pahlawan? Bagaimana seseorang yang mengabdikan hidup untuk melayani Yesus berubah dari pahlawan Gereja hingga sampai disebut sundal?
Bila kita membaca kisah-kisah sejarah, pengaruh perempuan sering tidak masuk hitung. Ada cerita tentang wanita dipukuli atau dirajam karena pelanggaran kecil. Mungkin saja wanita di jaman Yesus hidup seperti itu. 2000 tahun lalu di Palestina wanita begitu dikucilkan dari kehidupan sosial. Begitu terkucilnya sehingga mereka hidup selalu terkurung di rumah. Mereka tidak menikmati pendidikan. Dan mereka jarang keluar rumah, dan apabila mereka keluar rumah, mereka harus selalu memakai kerudung. Di jaman itu, seorang pria tidak pantas berbicara pada wanita di tempat umum. Kalau dipikir-pikir, hal ini memang sangat aneh bahkan amat kejam. Dan di jaman itu pula cuma pria yang diperkenankan mempelajari Taurat.
Maria Magdalena bertemu dengan Yesus dan menjadi bagian dari sejarah. Tapi apa mungkin itu terjadi di jaman di mana wanita dianggap sebagai objek hinaan? Pasti sesuatu yang amat radikal terjadi yang berakibat pada perubahan ini.
Gambaran Maria Magdalena sering dikaitkan sebagai pelacur. Tapi bila merujuk pada kisah-kisah di Alkitab adakah buktinya? Tidak disebutkan sama sekali. Kisah Yesus di Alkitab disebutkan Yesus berkelana dengan kedua belas rasul dari satu tempat ke tempat yang lain. Yesus berkotbah dan juga menyembuhkan beberapa wanita dari roh jahat dan penyakit. Salah satunya adalah mujizat yang dialami Maria Magdalena yang disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Tapi tidak ada kalimat yang menyebutkan bahwa dia adalah seorang pelacur. Kenapa bisa Maria Magdalena yang tanpa adanya bukti dikatakan seorang pelacur?
Di Alkitab, sebelum kisah Maria Magdalena ada kisah tentang seorang wanita tanpa nama, Disebutkan wanita ini penuh dengan dosa. Saat dia mendengar Yesus berada di sekitar itu, dia pergi menemui Yesus. Dia sambil menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya dan meminyaki kaki Yesus dengan wewangian. Kisah ini yang dijadikan acuan dan diyakini bahwa dosa wanita itu adalah dosa seks dan beranggapan bahwa dia adalah mungkin seorang pelacur. Tapi tidak ada petunjuk atau penjelasan bahwa wanita ini adalah Maria Magdalena.
Kembali ke kisah Maria Magdalena disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Kerasukan iblis bukan berarti dosa di jaman itu. Tapi semacam penyakit tak terkendali. Tapi jika wanita berdosa yang tertera pada Lukas 7 bukanlah Maria Magdalena, bagaimana Maria mendapat reputasi seburuk itu? Padahal dalam Perjanjian Baru ditemukan banyak contoh Yesus mengusir Iblis dari laki-laki, tapi tampaknya tidak pernah dikaitkan dengan dosa seksual. Apa karena Maria Magdalena adalah perempuan? Atau mungkin saja ada hal lain dalam kisah dia. Ataukah Maria Magdalena merupakan ancaman bagi tatanan masyarakat pada jaman itu? Who knows?
Beberapa kisah Maria Magdalena dari apokrif dan gnostik tidak dimasukkan dalam Alkitab karena dianggap tidak inspiratif oleh para Bapak Gereja dulu kala.
Satu bukti nyata bahwa tertulis di Alkitab tentang sikap para murid terhadap wanita tampak pada kisah Yesus menyapa perempuan Samaria di sumur. Yesus berbicara pada wanita di tempat umum. Apalagi dianya seorang Samaria, yang pada jaman itu orang Yahudi tidak boleh berhubungan dengan orang Samaria. Pada kisah ini, diceritakan murid-murid mendapati Yesus sedang berbicara pada seorang wanita di mana hal ini tidak diterima secara sosial. Dan tak satupun murid mempertanyakan perbuatan Yesus ini karena Yesus adalah guru dan Tuhan. Salah satu pelajaran yang diajarkan Yesus di sini adalah kesetaraan dan penghormatan terhadap perempuan. Di sini tampak Yesus berbagi pada siapa pun bukan hanya pada pria.
Dengan mencap Maria sebagai pelacur, ia tak hanya merampas nama baiknya. Tapi juga merampas sosok perempuan panutan kuat dari jutaan wanita. Maria yang kita temukan dalam Injil sangat penting bagi Yesus. Dan ia sangat mungkin pemimpin di antara kelompok pengikut Yesus. Terutama setelah penyaliban dan kebangkitanNya.
Apa karena ada pihak Gereja yang menganggap hubungannya dengan Yesus lebih romantis dari biasanya? Injil tak memberi banyak fakta tentang Maria, tapi satu hal yang pasti. Ia anggota dari rombongan yang menemani Yesus. Gambaran kasih Yesus pada Maria Magdalena membuat kesalahpahaman banyak orang akhir-akhir ini. Orang modern senang membayangkan hubungan romantis di antara keduanya.
Ada beberapa teks apokrif ditulis setelah Injil Perjanjian Baru yang tak dimasukkan ke dalam Alkitab. Teks itu, seperti Injil Filipus dan Injil Maria. Menggambarkan pentingnya Maria Magdalena dalam hidup Yesus. Tapi Injil Filipus yang menyatakan ada kemungkinan hubungan yang lebih intim dari yang disadari. Tapi keterangan terpenting dari teks ini yaitu bahwa Yesus begitu mengasihi Maria Magdalena sampai disebut ‘yang terberkati’.
Rujukan ‘romantis’ sesungguhnya merujuk pada keintiman spiritual, bukan seksual. Jadi menyebut Maria Magdalena sebagai ‘yang terberkati’ tidak mengherankan. Itu pula yang jadi istilah Kristen purba yang umum bagi banyak orang suci. Di abad 21 ini, banyak orang mudah salah paham. Apa yang dimaksud dengan ‘kasih’ dalam teks-teks kuno ini diartikan bukannya pemahaman hubungan kasih antara guru dan murid terkasih.
Tapi secara umum para pemikir modern tidak menerima pemikiran bahwa ada hubungan asmara atau bahkan perkawinan antara Yesus dan Maria Magdalena. Hubungan mereka jelas dalam teks kuno sebagai hubungan guru dan murid. Maria murid yang istimewa, murid yang digambarkan sangat memahami Yesus. Maria Magdalena dan wanita lainnya diceritakan dengan setia mendampingi Yesus sampai pada penyaliban Yesus. Padahal para murid lelaki diceritakan sudah pergi. Saat Ia wafat, Maria meratapinya. Dan diceritakan pula Maria Magdalena dan wanita lain membawa rempah untuk membalsemi jenasah Yesus. Saat itu ia menyaksikan kebangkitan Kristus untuk pertama kalinya. Yesus menyuruh Maria memberitahu murid lain bahwa Ia telah bangkit. Jadi ia yang pertama kali mengumumkan kebangkitan Yesus. Sangat penting ia dipercaya dengan tugas mengumumkan kebangkitan ini. Karena di masa itu, wanita dianggap tak berhak menjadi saksi resmi. Karena di banyak tatacara Yahudi kuno kesaksian wanita tak diterima secara hukum. Jika hal ini hanya soal Gereja purba mengarang cerita kebangkitan Yesus, mereka takkan mungkin membuat gagasan Ia muncul pertama kali pada wanita.
Maria Magdalena jelas mengenal langsung hidup dan ajaran Yesus, Maria Magdalena adalah wanita yang mandiri dan bersemangat. Sosok Maria Magdalena yang bisa dibilang kisah terbesar dalam sejarah manusia. Kisah Maria Magdalena seolah membawa pesan pada semua orang. Dan yang terpenting dalam hidup adalah melakoni ajaran Yesus yaitu KASIH
Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih. Sebuah Pelurusan Sejarah dan Jawaban untuk Dynasti Yesus
Oleh : Armansyah
Mungkin tidak pernah manusia memperselisihkan seseorang dalam sejarah sehebat perselisihan mereka tentang pribadi Nabi 'Isa al-Masih putra Maryam. Dan mungkin tidak akan pernah pula tersaingi dalam sejarah kapanpun dimana manusia saling bahu membahu dalam pembunuhan sesama mereka sebagaimana serunya usaha kearah itu hanya karena sosok seorang anak manusia yang berasal dari sebuah desa kecil bernama Nazareth itu.
Manusia bahkan tidak sekedar saling berselisih tetapi juga telah saling membunuh dan memutuskan ikatan persaudaraan karenanya. Perselisihan diantara manusia begitu buasnya dan pemutusan hubungan diantara mereka begitu tegas. Sejak sang Mesias dilahirkan secara ajaib, dia telah menimbulkan kontroversi ditengah bangsanya, Israel. Berbagai hujatan, hinaan dan penyiksaan telah dialaminya dalam perjalanan dakwahnya sebagai seorang utusan Tuhan, tragedi paling mengenaskan adalah upaya pembunuhan dirinya diatas kayu salib oleh pemuka-pemuka agama Yahudi yang bekerja sama dengan tentara Romawi selaku pihak penjajah kala itu., Pasca ketiadaannya, ajaran yang pernah disampaikannya kepada umat, begitu derasnya mengalami perubahan maupun penafsiran ditengah masyarakat dan semua itu selalu disandarkan atas namanya, sampai hari ini.

Analisa Historis Filosof Yahudi Terhadap Perjanjian Lama.
Semua orang mengakui bahwa kitab suci adalah firman Tuhan. Sebagaimana juga mengakui bahwa kitab suci itu mengajar­kan kebahagiaan rohani yang hakiki dan menunjukkan Jalan keselamatan. Namun, ternyata perilaku manusia menunjukkan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan hal itu.
Kita semua tahu bahwa hampir semua orang telah mengganti firman Allah dengan bidah-bidah mereke sendiri. Sebagaimana juga tahu bahwa mereka telah memeras semua tenaganya atas nama agama untuk memaksa orang lain agar berpikir seperti dirinya.
“Di seberang sungai Yordan... kalau saja kamu mengetehui rahasia dua belas... hukum Taurat dltuliskan oleh Musa... waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu... Di atas gunung TUHAN, akan disediakan... ranjangnya adalah ranjang dari besi, saat itu kamu akan mengetahui kebenaran."
Hal ini berarti bahwa kltab Nabi Musa yang asli jauh lebih kecil daripada lima kecil yang beredar seat ini.
Baruch Spinoza (1632-1677): filosof den teolog Yahudi rasionalis. Filosof terpenting delam peradaban barat modern. Tokoh krltik kltab suci. Filosof dan teolog Yahudi terbesar yang pernah melakukan analisa kritls terhedap teks-teks kitab-kitab Perjanjian Lema. Sejak semula Spinoza sudah menyiapkan diri untuk menjadi robi (hakham). Tetepi di kemudlan hari, jalan hidupnya ini ternyata berbalik. Dia malah diusir dari Jemaat Yahudi Amsterdam setelah dituduh ateis karena pikiran-pikiranya tentang kitab suci dan akidah-akidah Yahudi. Sebelum diusir, dia masih sempat disuap oleh para robi agar menyembunyikan pikiran-pikirannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

212 2018