Minggu, 25 Februari 2018

PORMAS SODONG

Edisi pemikiran pribadi, buat Kawan-Kawan Karang Taruna Kedusunan Sodong barangkali ada saran silahkan Komen! Namun sebelumnya saya juga menyadari bahwa ini bukanlah hal penting untuk ditanggapi...

PORMAS FLAG

Jumat, 16 Februari 2018

Biografi Singkat AHMED DEEDAT



Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Syekh Ahmed Hussein Deedat (lahir 1 Juli 1918 – meninggal 8 Agustus 2005 pada umur 87 tahun) atau Ahmed Deedat atau Ahmad Deedat adalah seorang cendikiawan Muslim dalam bidang perbandingan agama. Ia juga merupakan seorang pengarang, dosen, dan juga orator. Ia dikenal sebagai salah satu pembicara handal dalam debat public tentang masalah keagamaan. Pada 1957, Deedat bersama dua orang temannya, mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi presiden hingga 1996. Deedat wafat pada 2005 akibat stroke yang telah dideritanya sejak tahun 1996.

MASA KECIL
Ahmed Hussein Deedat lahir di daerah Surat, India, pada tahun 1918. Ia tidak dapat hidup bersama ayahnya sampai tahun 1926. Ayahnya adalah seorang penjahit yang karena profesinya hijrah berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Ahmed Deedat.
Tanpa pendidikan formal dan untuk mencari kehidupan yang lebih baik, Ahmed Deedat pergi ke Afrika Selatan untuk dapat hidup bersama ayahnya pada tahun 1927. Perpisahan Deedat dengan ibunya pada tahun kepergiannya ke Afrika Selatan menyusul ayahnya tersebut adalah saat terakhir ia bertemu ibunya dalam keadaan hidup, karena ibunya meninggal beberapa bulan kemudian.
Di negeri yang asing, seorang Deedat yang baru berusia 9 tahun tanpa berbekal pendidikan formal dan penguasaan bahasa Inggris mulai menyiapkan dirinya untuk dapat beradaptasi dan bersaing dengan kehidupan baru di koloni Inggris tersebut.
Dengan ketekunannya dalam belajar, Deedat tidak hanya dapat mengatasi hambatan bahasa, tetapi juga unggul di sekolahnya. Kegemaran Deedat membaca membantunya untuk mendapatkan promosi hingga ia menyelesaikan standar 6. Kurangnya biaya menyebabkan sekolahnya tertunda dan di awal usia 16 tahun untuk pertama kalinya ia terpaksa meninggalkan sekolahnya untuk sementara dan bekerja dalam usaha retail (eceran).
Yang terpenting dari ini semua adalah pada tahun 1936 sewaktu Ia bekerja pada toko muslim di dekat sebuah sekolah menengah Kristen di pantai selatan Natal. Penghinaan yang tak henti-hentinya dari siswa misionaris menantang Islam selama kunjungan mereka ke toko menanamkan tekad pada dirinya untuk mendalami agama Kristen dan membandingkannya dengan Islam.

MEMPELAJARI ALKITAB
Ahmed Deedat menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang berarti mengungkapkan kebenaran. Buku ini berisi materi debat dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam memberikan argumen balasan kepada para misionaris Kristen yang melakukan misi penyebaran agama Kristen di bawah otoritas Kerajaan Inggris dan pemerintahan India. Secara khusus, ide untuk menangani debat telah berpengaruh besar dalam diri Ahmed Deedat.
Beberapa minggu setelah itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mulai melakukan debat dan diskusi dengan siswa-siswa misionaris. Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Ahmed Deedat, ia secara pribadi memanggil guru teologi mereka dan bahkan pendeta-pendeta di daerah tersebut.
Keberhasilan-keberhasilan ini memacu Ahmed Deedat untuk berdakwah. Bahkan perkawinan, kelahiran anak, dan persinggahan sebentar selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan dari para misionaris Kristen.
Dengan semangatnya untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekade yang akan datang. Ia memimpin kelas untuk pelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah. Ia mendirikan As-Salaam (Kedamaian), sebuah institut untuk melatih para da'i Islam. Ahmed Deedat, bersama-sama dengan keluarganya, hampir seorang diri mendirikan bangunan-bangunan termasuk masjid yang masih dikenal sampai saat ini.
Ahmed Deedat adalah anggota awal dari Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan menjadi presidennya, sebuah posisi yang dipegangnya sampai tahun 1996. Ia menerbitkan lebih dari 20 buku dan menyebarkan berjuta-juta salinan gratis. Ahmed Deedat mengirim beribu-ribu materi kuliah ke seluruh dunia dan mendebat pengabar-pengabar Injil pada debat umum. Beberapa ribu orang telah menjadi Islam sebagai hasil usahanya.
Sebagai penghargaan yang pantas untuk prestasi yang bersejarah itu, ia mendapat penghargaaan internasional dari Raja Faisal tahun 1986. Penghargaan bergengsi yang sangat berharga dalam dunia Islam.

AKHIR HAYAT
Di sisa sembilan tahun usia hidupnya, Ahmed Deedat menjalani rawat jalan terkait penyakit stroke kronis yang dideritanya di kediamannya di Verulam, Afrika Selatan. Pada 8 Agustus 2005, ia meninggal di rumahnya di Trevennen Road di Verulam, provinsi KwaZulu-Natal, Durban. Ia dimakamkan di pemakaman Verulam.

Rabu, 07 Februari 2018

Belajar untuk Belajar.

"dengan lisan dengan tindakan atau setidaknya dengan hati meyakini, bahwa itu benar benar munkar"

menghadapi musuh yang nyata, tidak lebih sulit daripada menghadapi musuh dalam selimut!
sama-sama kita belajar untuk tidak mudah terprovokasi. mari kita sama-sama mengkaji dahulu sebelum menghakimi, sama-sama kita tabayyun dahulu untuk memutuskan bahwa itu benar atau itu salah.

Arsip pribadi. untuk bacaan pribadi


Jumat, 02 Februari 2018

Sejarah Awal Berdirinya Band Padi

Awal Berdirinya Band ~ Sudah pada tahu belum bahwa band ini sebelum dikenal dengan nama Padi, mereka terlebih dahulu memakai nama “Soda”. Grup band ini terbentuk mulai dari Mahasiswa Universitas Airlangga di Surabaya. Barulah pada 8 April 1997 mereka berganti nama menjadi Padi. Penggunaan nama Padi diambil dari filosofi "Padi semakin berisi maka semakin merunduk". Band ini beranggotakan Fadly (Gitar), Piyu (Gitar), Ari (Gitar), Rindra (Bass), Yoyo (Drum) dan mereka mengusung musik dengan aliran Alternative Pop Rock. Debut pertama Band Padi dimulai dengan lagu mereka berjudul "Sobat" di album kompilasi "Indie Ten".
sejarah-awal-berdirinya-band-padi

Album Perdana mereka dirilis pada tanggal 9 Desember 1999 dengan judul "Lain Dunia" yang berisikan 10 lagu, dengan lagu terbaik di dalamnya antara lain, "Begitu Indah", "Sobat", "Mahadewi", "Terlanjur". Album dibawah label Sony BMG Music Indonesia ini telah berhasil meraih Platinum dibulan April 2000 dan Quadraple Platinum di tahun 2001.

Boleh dikata album kedua Padi ini merupakan album mereka yang paling terbaik, karena hampir dari 10 lagu yang mereka rilis sangat disukai oleh pendengar musik tanah air. Seperti lagu, "Sesuatu yang Indah", "Bayangkanlah", "Semua Tak Sama", "Lain Dunia", "Angkuh". Album ini dirilis pada Maret 2001 dan bekerja sama dengan Sony Music Indonesia dan diberi nama “Sesuatu Yang Tertunda”. Dan album ini telah berhasil terjual hingga 1,6 juta kopi dan berhasil mendapat 10 kali platinum pada tahun 2002.

Selanjutnya album ketiga dengan judul "Save My Soul" dirilis pada 18 Juni 2003 dengan berisikan 10 lagu dan lagu hitsnya "Hitam" dan "Rapuh". Di album ini juga mereka berkolaborasi dengan musisi Iwan Fals untuk membawakan lagu "Sesuatu Yang Tertunda". Sedangkan Sony Music Indonesia menjadi label mereka.

Di tahun 2005 atau tepatnya 9 Januari 2005 mereka meluncurkan album Original Soundtrack Film Ungu Violet dengan judul album "Padi" dibawah label Sony Music Indonesia. Selanjutnya album "Tak Hanya Diam" dirilis pada 16 November 2007 setelah 2 tahun vakum mengeluarkan album. Di Album Tak Hanya Diam mereka membuat 10 lagu baru dengan lagu hits di dalamnya, "Sang Penghibur", "Harmony", dan "Jangan Datang Malam Ini". Dan album ini juga merupakan album terakhir mereka setelah mereka memutuskan untuk vakum lagi sampai saat ini.

Album Padi “Lain Dunia”

  1. Bidadari
  2. Demi Cinta
  3. Sudahlah
  4. Beri Aku Arti
  5. Terlanjur
  6. Begitu Indah
  7. Mahadewi
  8. Disini Tanpamu
  9. Seperti Kekasihku
  10. Sobat

Album Padi “Sesuatu Yang Tertunda”

  1. Bayangkanlah
  2. Sesuatu yang Indah
  3. Semua Tak Sama
  4. Kemana Angin Berhembus
  5. Lain Dunia
  6. Perjalanan Ini
  7. Seandainya Bisa Memilih
  8. Angkuh
  9. Lingkaran
  10. Kasih Tak Sampai

Album Padi “Save My Soul”

  1. Ketakjuban
  2. Hitam
  3. Rapuh
  4. Diatas Bumi Kita Berpijak
  5. Cahaya Mata
  6. Menanti Keajaiban
  7. Menjadi Bijak
  8. Sesuatu Yang Tertunda (feat. Iwan Fals)
  9. Patah
  10. Repihan Hati

Album Padi “Padi”

  1. Prolog
  2. Tak Hanya Diam
  3. Menanti Sebuah Jawaban
  4. Elok
  5. Siapa Gerangan Dirinya
  6. Menerobos Gelap
  7. Save My Soul
  8. Akhir Dunia
  9. Ternyata Cinta
  10. Masih Tetap Tersenyum

Album Padi “Tak Hanya Diam”

  1. Sang Penghibur
  2. Harmony
  3. Belum Terlambat
  4. Rencana Besar
  5. Terluka
  6. Jika Engkau Bersedih
  7. Teruslah Bernyanyi
  8. O.d.e.
  9. Jangan Datang Malam Ini
  10. Aku Bisa Menjadi Kekasih

Lirik Lagu Semua Tak Sama - Padi

Dalam benakku lama tertanam
Sejuta bayangan dirimu
Redup terasa cahaya hati
Mengingat apa yang telah kau berikan
Waktu berjalan lambat mengiring
Dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan
Dalam persimpangan masa silamku

Coba tuk melawan getir yang terus kukecap
Meresap ke dalam relung sukmaku
Coba tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu
Mengalir mengisi laju darahku

Semua tak sama, tak pernah sama
Apa yang kusentuh, apa yang kukecup
Sehangat pelukmu, selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu
Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan
Sgalanya luruh lemah tak bertumpu hanya bersandar pada dirimu
Ku tak bisa (sungguh) tak bisa
Mengganti dirimu dengan dirinya,

Referensi Saya :
http://id.wikipedia.org/wiki/Padi_%28grup_musik%29

212 2018